Anggota MRP Papua Selatan Alami Tindakan Tidak Menyenangkan di Layanan Tiket Susi Air
ASKARA - Katarina Yaas, Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan dari Pokja Perempuan, mengalami tindakan tidak menyenangkan saat membeli tiket pada maskapai Susi Air, Rabu (1/10/2025).
Peristiwa tersebut menjadi viral setelah video kejadian diunggah ke media sosial dan menuai banyak tanggapan serta dukungan dari masyarakat luas.
Insiden dipicu oleh sikap petugas layanan tiket yang dinilai arogan saat merespons pertanyaan Katarina. Saat itu, ia hendak membeli tiket untuk kedua orang tuanya. Pertanyaan sederhana yang diajukan Katarina mengenai alasan orang tuanya tidak bisa membeli secara langsung justru dijawab dengan nada yang kurang elok.
Petugas berpegang pada SOP manajemen Susi Air yang mengatur setiap orang hanya boleh membeli satu tiket atas nama sendiri sesuai dengan KTP dan Kartu Keluarga yang disiapkan. Meski aturan tersebut jelas, cara penyampaian informasi dari petugas dinilai tidak beretika.
Situasi pembelian tiket Susi Air memang kerap menimbulkan gesekan. Calon penumpang biasanya sudah menginap di depan kantor sejak tengah malam hingga pagi hari demi mengantre, sehingga kelelahan sering menjadi pemicu keributan antar pembeli maupun dengan petugas.
Dalam kejadian ini, Katarina sendiri sudah mengantre sejak pukul 05.00 pagi. “Untuk bisa mendapatkan tiket harus ada effort yang luar biasa, penuh perjuangan dan pengorbanan,” tuturnya.
Sebagai sosok yang dikenal kritis, Katarina menegaskan insiden tersebut tidak boleh terulang. Saat dijumpai di Bandara Mopah, ia mengaku sudah dihubungi pihak manajemen Susi Air. Namun, karena harus melakukan perjalanan dinas ke Asmat, koordinasi lanjutan akan dilakukan setelah ia kembali.
“Prinsipnya, masalah ini akan diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali bagi siapa saja. Anda menghormati, kami menghargai,” tegasnya.

Komentar