Kisah Legendaris Ratu Bilqis dan Raja Sulaiman, Pertemuan Dua Penguasa Bijaksana
ASKARA - Kisah Ratu Balqis atau Bilqis dari Kerajaan Saba dan Raja Sulaiman (Solomon) menjadi salah satu legenda yang abadi dalam sejarah dan tradisi lintas agama. Cerita ini tercatat dalam Al-Qur’an, Alkitab, dan berbagai literatur kuno sebagai simbol diplomasi, kebijaksanaan, dan keimanan.
Ratu Bilqis dikenal sebagai penguasa kaya dan cerdas dari negeri Saba (diduga terletak di wilayah Yaman saat ini). Kemasyhuran kekayaannya, terutama rempah, emas, dan batu mulia, sampai ke telinga Raja Sulaiman, pemimpin besar Kerajaan Israel yang dikenal memiliki kebijaksanaan dan mukjizat dari Tuhan.
Menurut riwayat, Raja Sulaiman mengirimkan surat yang berisi ajakan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan penyembahan matahari. Sebelum memutuskan, Bilqis mengirimkan utusan dan hadiah berharga untuk menguji niat Sulaiman. Namun Sulaiman menolak hadiah itu, menegaskan bahwa kekuasaan dan kekayaan tidak dapat menandingi perintah Tuhan.
Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Bilqis dikejutkan oleh mukjizat Sulaiman yang berhasil memindahkan singgasananya ke istana raja sebelum ia tiba. Peristiwa ini membuat Bilqis kagum dan akhirnya mengakui kebesaran Tuhan. Dalam Al-Qur’an, kisah ini berakhir dengan Bilqis menyatakan keimanannya.
Bagi sebagian peneliti sejarah, kisah Bilqis dan Sulaiman bukan sekadar legenda, melainkan refleksi diplomasi kuno yang menekankan kekuatan iman, kecerdasan politik, dan hubungan antarbangsa. Hingga kini, nama Ratu Bilqis tetap menjadi simbol kepemimpinan perempuan yang visioner, sementara kebijaksanaan Raja Sulaiman terus menjadi teladan pemimpin sepanjang masa.

Komentar