Selasa, 21 Juli 2026 | 13:37
NEWS

Lapas Garut Ekspor Kanopi Sabut Kelapa ke Eropa, Menteri Maman: Bukti Warga Binaan Punya Masa Depan

Lapas Garut Ekspor Kanopi Sabut Kelapa ke Eropa, Menteri Maman: Bukti Warga Binaan Punya Masa Depan
Foto bersama usai acara pelepasan Ekspor Kanopi Sabut Kelapa ke Eropa (humas lapas)

ASKARA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIA Garut mencatat sejarah baru dengan mengekspor perdana produk coir shade atau kanopi peneduh berbahan sabut kelapa ke Spanyol. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman hadir langsung dalam acara pelepasan ekspor yang berlangsung di Garut, Jawa Barat, Kamis (25/9).

“Ini contoh yang layak ditiru dan perlu terus didorong agar pasarnya semakin luas,” ujar Menteri Maman saat melepas ekspor di Lapas IIA Garut.

Produk coir shade hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut dikirim dalam satu kontainer berisi ribuan lembar ke Spanyol. Tidak hanya itu, produk ini telah rutin diekspor dua kali setiap bulan dengan total keuntungan mencapai Rp800 juta.

Selain kanopi peneduh, WBP juga memproduksi berbagai olahan limbah sabut kelapa lainnya, seperti pergola, diagonal, triangle, roll binder, hingga pot tanaman. Produk-produk ini telah dipasarkan ke beberapa negara, termasuk Prancis, Korea, dan Spanyol.

Maman menegaskan, keberhasilan ini menjadikan Lapas IIA Garut sebagai salah satu sentra ekosistem hilirisasi sabut kelapa di Indonesia. “Warga binaan mendapat suplai bahan dari petani sekitar Garut. Lalu, produknya diproses di lapas mulai dari memilih bahan, menjahit, hingga mengemas,” jelasnya.

Menurut Maman, inovasi tersebut tidak hanya menguntungkan lapas tetapi juga memberi harapan baru bagi WBP. Para warga binaan memperoleh upah dari hasil produksi sekaligus tambahan remisi atas perilaku baik mereka.

“Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memperluas akses pasar produk sabut kelapa ini ke luar negeri. Lapas Garut betul-betul pro UMKM, dan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua,” tutur Maman.

Ia juga berharap masyarakat memandang WBP sebagai individu yang masih memiliki masa depan. “Mereka bukan penjahat, melainkan orang yang pernah tersesat. Belum terlambat untuk bertobat,” kata Maman, mengutip slogan Lapas IIA Garut.

Komentar