Empat Wisatawan Indonesia Jelajahi Chateau Fort de Lourdes
ASKARA - Keindahan dan sejarah Château Fort de Lourdes kembali memikat wisatawan mancanegara. Kali ini, empat wisatawan asal Indonesia, Juliana Kodri, Maria Brigida, Imellya, dan Nina Nathalia, menikmati pengalaman menelusuri benteng abad pertengahan yang berdiri megah di atas bukit batu setinggi 50 meter di jantung kota Lourdes.
Dalam perjalanan mereka, rombongan sempat menyusuri lorong-lorong batu kuno, menapaki menara pengintai, dan mengunjungi Musée Pyrénéen, museum yang menyimpan koleksi budaya dan tradisi masyarakat Pegunungan Pyrenees. “Bangunannya luar biasa terawat, dari sini kita bisa merasakan sejarah yang sangat panjang,” ujar Juliana Kodri, Jumat (26/9).
Maria Brigida menambahkan bahwa pemandangan dari puncak benteng menjadi pengalaman tak terlupakan. “Dari atas, kami bisa melihat kota Lourdes dan pegunungan Pyrenees yang begitu indah. Rasanya seperti kembali ke masa lalu,” katanya.
Sementara itu, Imellya dan Nina Nathalia mengaku kunjungan ini melengkapi perjalanan rohani mereka ke Lourdes. “Setelah berziarah ke Gua Maria, melihat benteng ini memberi perspektif baru tentang kota Lourdes—bukan hanya pusat ziarah, tapi juga kota sejarah dengan kekayaan budaya yang luar biasa,” ungkap Imellya.
Château Fort de Lourdes, yang kini menjadi museum etnografi terkemuka di kawasan Pyrenees, menyuguhkan kombinasi unik antara wisata sejarah, budaya, dan panorama alam. Bagi para pelancong Indonesia, kunjungan ini menjadi bukti bahwa Lourdes tak hanya menawarkan pengalaman spiritual, tetapi juga pesona wisata budaya kelas dunia.

Komentar