Kamis, 11 Juni 2026 | 01:00
COMMUNITY

Walking Marathon de Sendangsono Edisi Ketiga Ditargetkan 300 Peserta

Walking Marathon de Sendangsono Edisi Ketiga Ditargetkan 300 Peserta
Peziarah Walking Marathon de Sendangsono foto bersama di Goa Maria (Dok WMSS)

ASKARA - Setelah sukses melaksanakan ziarah jalan kaki dari Tugu Yogyakarta menuju Gua Maria Sendangsono pada 24 Juli dan 24 Agustus 2025, Komunitas Mlampah Ziarah kembali akan menggelar Walking Marathon de Sendangsono (WMSS) edisi ketiga pada Minggu, 28 September 2025. Panitia menargetkan jumlah peserta meningkat hingga 300 orang.

Pada pelaksanaan edisi pertama, kegiatan ziarah sepanjang 32 kilometer ini diikuti 50 peserta, sementara edisi kedua bertambah menjadi 150 peserta. Menurut Anastasia Meilani, salah satu relawan Komunitas Mlampah Ziarah, hingga Rabu (17/9/2025) sudah ada 126 orang yang mendaftar untuk WMSS ketiga. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah, sebab sebagian calon peserta masih menunggu surat keterangan sehat dari klinik atau puskesmas.

“Banyak yang sudah pesan tempat tapi menunda pendaftaran karena menunggu surat keterangan sehat. Perkiraan kami, menjelang hari H jumlah peserta akan meningkat signifikan,” ujar Anastasia.

Roni Romel, Ketua Komunitas Mlampah Ziarah sekaligus penggagas WMSS, menjelaskan bahwa syarat surat keterangan sehat mulai diterapkan pada edisi ketiga. Hal ini dimaksudkan agar peserta mengetahui kondisi kesehatannya sebelum menempuh perjalanan panjang, demi keamanan bersama. Di luar WMSS, komunitas juga rutin mengadakan ziarah dengan jarak lebih pendek tanpa syarat tersebut untuk melatih kesiapan rohani dan fisik anggota.

Lebih jauh, Roni menekankan bahwa Mlampah Ziarah bukan sekadar wadah untuk berjalan kaki, melainkan sarana memperdalam iman. “Ziarah dalam Katolik adalah perjalanan suci untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperdalam iman, dan mengalami transformasi spiritual. Kami berharap komunitas ini juga menjadi keluarga yang penuh kehangatan,” ungkapnya.

Kegiatan Mlampah Ziarah mendapat dukungan penuh dari Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Menurutnya, gerakan ini selaras dengan semangat pertobatan dan penghayatan Tahun Yubileum 2025, yang diharapkan membawa pengampunan serta anugerah berlimpah bagi umat. 

 

 

Komentar