Ajang Pencarian Model Merauke 2026 Angkat Talenta Muda dan Budaya Papua Selatan
ASKARA - Semangat mengembangkan bakat generasi muda berpadu dengan pelestarian budaya lokal mewarnai penyelenggaraan Ajang Pencarian Model Merauke 2026 yang digelar YF Modeling and Beauty Camp di W Cafe, Merauke, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional 2026 itu menjadi panggung bagi anak-anak, remaja, dan dewasa untuk menunjukkan potensi di dunia modeling sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Papua Selatan.
Acara dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Selatan Ny. Mellya Kainakaimu, Ketua TP PKK Kabupaten Merauke Ny. Nova Gebze, anggota DPR Papua Selatan Supia Kwamtaghai, para sponsor, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Merauke Ny. Nova Gebze memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu membuka ruang kreativitas sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda. Menurutnya, ajang seperti ini menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Founder YF Modeling and Beauty Camp, Yuliana Fonataba, mengatakan ajang tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta di bidang modeling yang memiliki prospek menjanjikan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan."
"Melalui wadah ini kami ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan di dunia modeling, tetapi juga percaya diri, mampu berbicara di depan umum, serta memiliki karakter dan kepribadian yang baik," ujar Yuliana.
Sebanyak 15 finalis dari kategori anak, remaja, dan dewasa tampil memperebutkan gelar juara. Para pemenang nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui YF Modeling and Beauty Camp, meliputi pelatihan modeling, public speaking, hingga pengembangan kepribadian.
Ajang ini juga menjadi panggung promosi produk kreatif lokal. Salah satunya melalui parade busana batik karya Benang Ikat Kalimaro Collection, UMKM asal Merauke yang mengangkat kekayaan budaya dan alam Papua Selatan ke dalam motif-motif eksklusif.
Founder Benang Ikat Kalimaro Collection, Beza Manafe, mengatakan setiap desain terinspirasi dari ikon-ikon khas Papua Selatan seperti rusa, pohon sagu, burung cenderawasih, kanguru, rumah semut, kelapa, tumbuhan anggin, rumput rawa, hingga akar dan daun akasia. Seluruh motif dituangkan pada kain katun sutra yang diproduksi secara terbatas sehingga memiliki nilai eksklusif bagi para pemakainya.
"Kami ingin menghadirkan karya yang benar-benar mencerminkan identitas Papua Selatan. Setiap kain dibuat secara homemade dan disesuaikan dengan karakter pemesan sehingga memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri," kata Beza kepada Askara.
Keindahan parade busana semakin sempurna berkat sentuhan tata rias dari Mahi Say Salon. Founder salon tersebut, Cia Alma, yang dikenal konsisten menghadirkan konsep tata rias dan busana bernuansa Papua, mendukung penampilan para finalis maupun peserta parade batik sehingga semakin menonjolkan karakter budaya lokal.
"Saya merasa bangga bisa terlibat dalam penyelenggaraan perdana ajang ini. Semoga ke depan dapat menjadi agenda tahunan yang melahirkan talenta-talenta baru dari Merauke," ujar Cia Alma, yang juga dipercaya menjadi dewan juri bersama Yuliana Fonataba dan Wilhelmina Welliken dari Yayasan Kanisiwak.
Ajang Pencarian Model Merauke 2026 terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya W Cafe, Fortunizer ID, Yayasan Kanisiwak, Benang Ikat Kalimaro Collection, Mahi Say Salon, Halogen Hotel, Sunnyday Hotel, Jastip Ute, Boutiq Koe, serta Askara sebagai media partner. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan talenta muda akan semakin kuat apabila didukung sinergi antara komunitas, dunia usaha, dan media.

Komentar