Selasa, 21 Juli 2026 | 13:35
NEWS

NHM Sukses Jalani Audit ISO 14001 & 45001 dengan Hasil Memuaskan

NHM Sukses Jalani Audit ISO 14001 & 45001 dengan Hasil Memuaskan
NHM sukses jalani audit ISO 14001 & 45001 dengan hasil memuaskan (Dok NHM)

ASKARA - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali menegaskan komitmennya pada standar keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Perusahaan tambang emas yang mengoperasikan Tambang Gosowong di Halmahera Utara itu berhasil melaksanakan Audit Surveillance ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 pada 9–10 September 2025 dengan hasil memuaskan.

Audit dilakukan oleh tim auditor dari PT Tafa Sertifikasi Indonesia (TSI) yang dipimpin oleh Yayuk Sri Rejeki dan Susmoyo. Fokus pemeriksaan meliputi penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2015) dan Sistem Manajemen Kesehatan serta Keselamatan Kerja (ISO 45001:2018).

Rohman Sukatma, Superintendent HSE NHM, menyebut pencapaian ini merupakan buah kerja sama seluruh departemen.

"Tim auditor memberikan apresiasi atas pencapaian NHM, dengan hasil yang memuaskan dan penurunan jumlah temuan dibandingkan tahun sebelumnya. Masukan dari auditor sangat berharga untuk perbaikan berkelanjutan, khususnya dalam efektivitas mengidentifikasi dan mengendalikan risiko K3L," jelasnya.

Senada, GM Geology Resources Project & Planning NHM, Denny Lesmana, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Meskipun perusahaan masih dalam proses transisi operasional, profesionalisme dan komitmen terhadap K3L telah memastikan audit berjalan lancar dan menghasilkan penilaian yang memuaskan," ujarnya.

Keberhasilan ini menegaskan konsistensi NHM dalam menjaga budaya kerja yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Audit ISO secara rutin dilakukan sebagai syarat mempertahankan sertifikasi internasional yang sebelumnya diperoleh pada 2024.

PT NHM sendiri merupakan perusahaan tambang emas yang berdiri di bawah perjanjian Kontrak Karya dengan Pemerintah RI sejak 28 April 1997. Saat ini, saham NHM dimiliki 75% oleh PT Indotan Halmahera Bangkit dan 25% oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

 

Komentar