Bulan Merah di Atas Salib, Pesan Semesta bagi Manusia
ASKARA - Fenomena gerhana bulan total atau Blood Moon kembali memikat perhatian pada malam penuh nuansa mistis. Bulan tampak memerah, menghadirkan pemandangan langka di langit timur Pulau Jawa.
Momen istimewa itu berhasil diabadikan oleh Romo L. Heru Susanto, Pr, di Gereja St. Paulus Jajag, Banyuwangi. Dalam jepretannya, Bulan Merah tampak tepat berada di atas salib gereja, menciptakan siluet sakral yang seolah menyatukan tanda langit dan simbol iman.
"Peristiwa langka sayang kalau dilewatkan. Biarpun badan sudah capek dan ngantuk, tetap harus bangun untuk mengabadikan sang rembulan. Foto ini gabungan dari dua jepretan: puncak Gereja Santo Paulus Jajag, Banyuwangi, dan peristiwa gerhana," ujar Romo Heru, Senin (8/9).
Dalam tradisi Nusantara, fenomena Bulan Merah sering ditafsirkan sebagai pertanda perubahan besar. Di Jawa, ia menjadi waktu perenungan batin, sementara di Bali dimaknai sebagai pengingat harmoni antara dunia nyata dan dunia gaib.
Potret dari Banyuwangi ini tak hanya menampilkan keindahan astronomi, tetapi juga menghadirkan simbol spiritualitas yang kuat. Seakan semesta ingin menyampaikan pesan bahwa manusia perlu menjaga keseimbangan hidup, dengan selalu mengingat Sang Pencipta.
Fenomena langka ini menjadi pengingat, bahwa di balik logika sains, semesta juga menyimpan bahasa mistis yang hanya dapat dibaca oleh hati yang peka.
Oleh: Steve Truman

Komentar