Selasa, 21 Juli 2026 | 20:37
COMMUNITY

Mapala UI Gelar Satria Hutan Indonesia 2025 di Desa Manau Sembilan II

Mapala UI Gelar Satria Hutan Indonesia 2025 di Desa Manau Sembilan II
Anggota Mapala UI foto bersama anak didik (Dok Mapala UI)

ASKARA - Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali menunjukkan komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui program Satria Hutan Indonesia (SHI) 2025. Mengusung tiga misi utama yakni Mendaki, Mengabdi, dan Memberi Arti, tim pengabdian masyarakat SHI 2025 hadir di Desa Manau Sembilan II, Kabupaten Kaur, Bengkulu, pada 6–17 Agustus 2025.

Selama dua pekan, tim melaksanakan tiga program unggulan, yaitu Satu Huruf Seribu Harapan, Misi Kecil untuk Lingkungan, dan Merdeka Penuh Cerita. Seluruh kegiatan dirancang untuk meningkatkan literasi anak-anak, menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta mempererat kebersamaan warga desa dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Pada program Satu Huruf Seribu Harapan, tim fokus pada edukasi literasi sekaligus penataan ulang perpustakaan SDN 93 Kaur. Anak-anak diajak berinteraksi melalui kegiatan membaca bersama, menonton film edukatif, hingga membuat narasi dari buku bergambar. Kepala SDN 93 Kaur, Pak Sardan, menyambut baik kegiatan tersebut. “Sekolah yang bagus adalah sekolah yang menghidupkan perpustakaan. Karena itu kami sangat mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Program kedua, Misi Kecil untuk Lingkungan, mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan, terutama terkait sampah rumah tangga dan kotoran hewan ternak. Anak-anak juga diajak berkreasi dengan mendaur ulang galon bekas menjadi tempat sampah. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan desa.

Puncak kegiatan ditutup dengan program Merdeka Penuh Cerita yang bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus. Bersama Karang Taruna Desa Manau Sembilan II, tim Mapala UI menggelar berbagai lomba untuk anak-anak hingga orang dewasa. Suasana kemeriahan terlihat dari antusiasme seluruh warga desa, mulai dari ibu-ibu hingga bapak-bapak yang mengikuti lomba tradisional seperti memarut kelapa.

Di akhir kegiatan, pihak sekolah dan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada tim Mapala UI. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran anak-anak dari Mapala UI. Selanjutnya bagaimana kami melanjutkan apa yang sudah diberikan untuk meningkatkan kualitas sekolah ke depan,” tutur Pak Sardan.

Sementara itu, Dila, koordinator kegiatan Pengabdian Masyarakat SHI 2025, menyampaikan rasa syukurnya. “Antusias dan semangat kolaborasi masyarakatlah yang membuat setiap kegiatan berjalan lancar dan bermakna. Kami pulang dengan membawa perubahan positif untuk Desa Manau Sembilan II,” ujarnya.

Melalui SHI 2025, Mapala UI berharap dapat meninggalkan jejak pengabdian yang berkelanjutan sekaligus membuka ruang bagi anak-anak desa untuk tumbuh menjadi generasi bangsa yang kuat dan berdaya.

 

Komentar