Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:08
COMMUNITY

MHT Awards ke-51: PWI Jaya Kukuhkan Pers sebagai Penjaga Demokrasi, Empat Tokoh Dianugerahi PWI Jaya Awards 2025

MHT Awards ke-51: PWI Jaya Kukuhkan Pers sebagai Penjaga Demokrasi, Empat Tokoh Dianugerahi PWI Jaya Awards 2025
Para pemenang dan nomine anugerah jurnalistik MH Thamrin 2025, (dok. Rico/ASKARA)

ASKARA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya kembali menggelar Malam Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin (MHT Awards) ke-51 di Auditorium Abdurahman Saleh, Gedung RRI Jakarta, Jumat (29/8/2025). Acara tahunan bergengsi ini melibatkan hampir 700 karya jurnalistik dari berbagai media di Jakarta, sekaligus menjadi momentum untuk mengukuhkan peran pers sebagai penjaga demokrasi.

Ketua Panitia MHT Awards 2025, Indra Utama, menegaskan penghargaan ini merupakan salah satu ajang tertua dan paling prestisius di dunia jurnalistik Indonesia.

"Anugerah Jurnalistik MHT merupakan penghargaan wartawan yang telah berjalan lebih dari setengah abad. Ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan peneguhan marwah profesi wartawan dengan proses penjurian independen, ketat, dan transparan,” ujar Indra.

Dewan juri yang diketuai Dr. Bagus Sudarmanto menilai karya dalam tujuh kategori: tajuk rencana, artikel/teks, foto, infografis, radio, televisi terestrial, dan televisi streaming. Tema yang diangkat para jurnalis sangat beragam, mulai dari isu banjir rob, ruang terbuka hijau, parkir liar, hingga perjuangan warga di kawasan kumuh.

Beberapa karya yang masuk nominasi tahun ini antara lain “Jakarta Perangi Premanisme” (Kompas.id), “Banjir Rob Mengancam, Jakarta Tenggelam” (Trans7), serta “1.888 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama 2024” (INews.id). Dari kategori radio, feature RRI Jakarta berjudul “Pulau untuk Sang Elang, Pahlawan Teluk Jakarta” ditetapkan sebagai salah satu pemenang.

Empat Tokoh Penerima PWI Jaya Awards 2025

Selain penghargaan karya jurnalistik, PWI Jaya juga menganugerahkan PWI Jaya Awards 2025 kepada empat tokoh yang dinilai berkontribusi besar bagi pers, masyarakat, dan bangsa. Mereka adalah:

1. Lestari Moerdijat – Wakil Ketua MPR RI, meraih kategori Perempuan Visioner atas kiprahnya memperkuat peran media dalam kebijakan publik dan demokrasi inklusif.
2. Osea Petege – Pengusaha Papua sekaligus pegiat lingkungan, memperoleh penghargaan Pengusaha Papua dan Advokasi Lingkungan karena konsistensi menyuarakan hak-hak Orang Asli Papua melalui media.
3. Iwan Sunito – CEO One Global Capital, dinobatkan sebagai Diaspora Inspiratif berkat motivasi wirausaha global serta kiprahnya menyuarakan pentingnya pers berintegritas.
4. Andira Reoputra – Direktur Utama Perumda Sarana Jaya, menerima penghargaan Pemimpin Inovatif Perusahaan Realestat atas program hunian terjangkau bagi wartawan.

Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyebut penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, melainkan bukti bahwa media adalah ruang kolaborasi lintas sektor.

"Pers tidak boleh mati, kita tidak boleh kalah oleh media sosial. Justru pers lah tumpuan menyebarkan informasi yang benar. Penghargaan ini mengingatkan bahwa demokrasi tidak bisa berjalan tanpa pers yang kuat,” tegas Kesit.

Penyelenggaraan MHT Awards 2025 tak lepas dari dukungan banyak pihak, baik lembaga negara, tokoh masyarakat, maupun dunia usaha. Hadir memberikan dukungan antara lain: Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Anggota DPR RI Nico Siahaan, Anggota DPD RI Alfiansyah (Komeng), Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Pimpinan TNI Angkatan Laut (TNI AL), Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Metro Jaya, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Film, Musik, dan New Media juga turut memberikan dukungan dana Rp35 juta bagi para nominasi.

Selain itu, sejumlah perusahaan swasta dan BUMN juga menjadi sponsor utama, di antaranya: Djarum Foundation, PLN UID Jakarta Raya, Bank BTN, Pegadaian, dan PT Sarana Jaya.

Ketua Panitia Indra Utama menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut.

Dukungan pemerintah, swasta, dan tokoh masyarakat membuktikan bahwa karya jurnalistik berkualitas masih mendapat tempat penting di hati publik,” ujarnya.

Pers, Demokrasi, dan Harapan

Di tengah derasnya arus informasi dan dominasi media sosial, PWI Jaya menegaskan peran pers profesional tetap tak tergantikan. Lewat MHT Awards ke-51, wartawan diingatkan untuk terus menghadirkan karya yang jujur, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik.

"Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pers bukan hanya urusan wartawan, melainkan ruang kolaborasi lintas sektor demi menjaga demokrasi dan akuntabilitas publik,” pungkas Kesit.

Acara yang berlangsung meriah di tengah padatnya aksi demonstrasi di Jakarta sepanjang hari itu ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba jurnalistik serta empat tokoh penerima PWI Jaya Awards 2025.

Komentar