Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:44
COMMUNITY

DPP FPI API Desak Aparat Tindak Aktor Intelektual Kericuhan

DPP FPI API Desak Aparat Tindak Aktor Intelektual Kericuhan
Pernyataan sikap. (Dok. ASKARA)

ASKARA – Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam Advokat Persaudaraan Islam (DPP FPI API) mengecam keras kericuhan yang terjadi dalam aksi penyampaian pendapat beberapa hari terakhir. Organisasi ini menilai aksi anarkis tersebut telah meresahkan masyarakat dan mengancam stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPP FPI API, Aziz Yanuar, menegaskan pihaknya mendesak aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku di lapangan maupun aktor intelektual di balik kerusuhan. "Kami sangat yakin aksi-aksi ini ada yang mendalangi. Wajib segera ditindak karena dikhawatirkan mengganggu stabilitas pemerintahan," ujarnya.

FPI API menuding adanya pihak tertentu yang secara sengaja mengorkestrasi kericuhan dengan tujuan melemahkan pemerintah. Menurut Aziz, pola yang terlihat adalah kombinasi antara inkompetensi oknum pejabat, aksi massa anarkis, ekspos media yang masif, serta sikap lunak aparat keamanan.

"Ini jelas orkestra pembusukan pemerintahan dari dalam. Bahkan ada partai kecil yang tiba-tiba menuding Prabowo gagal dan mendorong isu pemakzulan," tegas Aziz, Kamis (28/8).

Ia juga menyebut dugaan keterlibatan kelompok tertentu yang diarahkan untuk menciptakan benturan dengan aparat dan merusak fasilitas umum.

Dalam pernyataan sikapnya, FPI API mengimbau Presiden Prabowo untuk senantiasa dekat dengan ulama serta tokoh agama yang lurus dan istiqamah. "Ulama dan umat tidak mungkin berkhianat pada bangsa. Presiden harus menjauhi dan menggilas pihak yang mencoba mengadu domba ulama dan umara," pungkas Aziz.

 

Komentar