Selasa, 21 Juli 2026 | 18:22
NEWS

Kasus Penculikan Kacab Bank: Tersangka Minta Maaf, Ungkap Peran Oknum, dan Minta Perlindungan Panglima TNI

Kasus Penculikan Kacab Bank: Tersangka Minta Maaf, Ungkap Peran Oknum, dan Minta Perlindungan Panglima TNI
ANS Kosasih Eks Dirut PT Taspen. (dok. Rico/ASKARA)

ASKARA - Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) sebuah bank di Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta (37), memasuki babak baru. Salah satu tersangka, Eras Musuwalo, melalui kuasa hukumnya, Adrianus Agau, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum dalam kasus ini.

"Pertama, yang saya mau sampaikan untuk permohonan maaf kami kepada keluarga korban. Semoga persoalan ini, penyidik Polda Metro Jaya segera mengungkap motif dan pelaku utamanya," ujar Adrianus kepada wartawan, Selasa (26/8/2025).

Adrianus membeberkan bahwa kliennya hanya berperan dalam penjemputan paksa korban di parkiran supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur, atas perintah seseorang berinisial F. Setelah diserahkan, korban disebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat dijemput kembali.

"Setelah penjemputan paksa itu dilakukan, ada perintah dari oknum F untuk menyerahkan korban di Jakarta Timur. Ketika dipanggil lagi untuk mengantar pulang, korban sudah tidak bernyawa," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya tiga kluster pelaku dalam kasus ini: pengintai, penculik (penjemput paksa), dan eksekutor. Eras, kata Adrianus, hanya berada di kluster kedua.

Lebih lanjut, pihaknya meminta perlindungan hukum kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, karena adanya dugaan keterlibatan oknum dalam kasus ini.

Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menangkap empat aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan Ilham. Mereka adalah C, DH, YJ, dan AA. Penangkapan dilakukan tim gabungan Jatanras Polda Metro Jaya di Solo dan Jakarta Utara pada 23-24 Agustus 2025.

Kasus ini masih menyisakan misteri. Polisi menyebut empat tersangka yang ditangkap sebelumnya hanya pelaku penculikan, bukan eksekutor pembunuhan. Motif dan lokasi eksekusi Ilham hingga kini masih dalam penyelidikan.

Mohamad Ilham Pradipta ditemukan tewas dengan kondisi mata, tangan, dan kaki terikat di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025). Kasus ini memicu perhatian publik karena diduga melibatkan jaringan terorganisir dengan aktor intelektual di balik layar.

Komentar