Ekonom Andy Usulkan Partisipasi Sukarela Konglomerat Bantu Negara Hadapi Krisis
ASKARA - Kondisi perekonomian nasional yang kian tertekan mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Menurunnya daya beli masyarakat, melambatnya penjualan usaha, hingga meningkatnya biaya operasional membuat situasi semakin mengkhawatirkan. Ditambah beban utang luar negeri yang menumpuk, sejumlah pengamat memperingatkan potensi krisis yang lebih dalam bila tidak segera ditangani.
Di tengah kekhawatiran itu, ekonom sekaligus praktisi bisnis perikanan, Chandra Setiadji atau yang akrab disapa Andy, melontarkan gagasan partisipasi sukarela dari kelompok ekonomi atas. Menurutnya, kalangan kaya raya dan konglomerat di Indonesia dapat mengambil peran membantu negara melalui sumbangan sukarela di luar kewajiban formal seperti pajak.
“Kalau kita melihat data, orang kaya di Indonesia jumlahnya ribuan, bahkan ada ratusan konglomerat. Mereka inilah yang bisa diminta partisipasinya untuk membantu negeri, di luar kewajiban formal,” ujar Andy di Jakarta, Kamis (21/8).
Andy menekankan, usulan tersebut bukan pajak tambahan, melainkan bentuk solidaritas dan cinta tanah air. Ia mencontohkan, bila 1.000 orang kaya di Indonesia menyumbangkan sebagian kecil dari kekayaannya, potensi dana yang terkumpul bisa mencapai ratusan triliun rupiah. Dana tersebut bisa digunakan untuk menopang sektor vital, mulai dari subsidi usaha kecil, stabilisasi harga pangan, hingga pembangunan infrastruktur.
Sebagai praktisi hukum, Andy juga mengaitkan gagasannya dengan perspektif keadilan sosial. Ia menyebut kekayaan besar yang dimiliki konglomerat tidak lepas dari dukungan sumber daya Indonesia, tenaga kerja lokal, dan pasar domestik. Karena itu, wajar bila mereka ikut membantu ketika negara menghadapi beban berat, meski sifatnya sukarela.
Meski begitu, Andy mengakui tantangan terbesar ada pada pengelolaan dana. Ia menyarankan pemerintah membentuk wadah resmi yang transparan, diaudit berkala, dan hasilnya dipublikasikan agar kepercayaan donatur terjaga. “Kalau dikelola transparan, saya yakin partisipasi itu akan datang. Banyak orang kaya sebenarnya peduli, tapi mereka ragu dana akan dipakai untuk apa,” ujarnya.
Gagasan Andy sejatinya merupakan ajakan moral untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, tidak hanya di level masyarakat bawah, tetapi juga di kalangan elit ekonomi. “Ini semua bisa dilakukan atas dasar kesadaran yang tidak dipaksa, demi negara yang dicintai,” pungkasnya.

Komentar