Selasa, 21 Juli 2026 | 19:52
NEWS

Video Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara Picu Kontroversi, Ini Faktanya!

Video Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara Picu Kontroversi, Ini Faktanya!
Sri Mulyani (tintahihau)

ASKARA – Sebuah unggahan di beberapa akun Instagram, salah satunya akun Instagram “ewinkleeming” menayangkan potongan video Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, yang seolah-olah menyebut guru sebagai “beban negara”. 

Video tersebut ternyata hasil modifikasi menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengubah narasi aslinya.

Berdasarkan penelusuran ASKARA, video itu telah dipotong dan dimanipulasi sehingga pernyataan Sri Mulyani terdengar berbeda dari konteks aslinya.

Faktanya, dalam pidatonya di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025), Sri Mulyani justru menegaskan bahwa pemerintah menghadapi tantangan untuk meningkatkan penghargaan terhadap profesi guru dan dosen yang selama ini digaji relatif kecil.

Pernyataan itu jelas mengandung pesan bahwa pemerintah perlu mencari solusi agar kesejahteraan guru dan dosen meningkat, bukan justru menyebut mereka sebagai beban negara.

Bahkan, pihak Kementerian Keuangan sendiri menegaskan bahwa Sri Mulyani tidak pernah melontarkan pernyataan yang menghina profesi guru.

“Video mengenai guru itu beban negara, itu hoaks. Ibu Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan hal tersebut,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Sri Mulyani juga sudah membantah secara langsung pernah menyampaikan kalimat bahwa ‘guru itu beban negara’. Ia mengecap hoaks terhadap video yang beredar luas dengan menarasikan bahwa dirinya mengucapkan kalimat tersebut.

“Potongan video yang beredar yang menampilkan seolah-olah saya menyatakan guru sebagai beban negara adalah HOAX,” tulis Sri Mulyani, dikutip dari akun instagramnya, @smindrawati pada Selasa (19/8/2025) petang.

Bersamaan dengan takarir tersebut, Sri Mulyani mengunggah gambar potongan video berjudul ‘guru itu beban negara kata-kata buat ibu ini dong’ dengan dicap kata ‘HOAX’ olehnya.

“Faktanya, saya tidak pernah menyatakan bahwa guru sebagai beban negara. Video tersebut adalah hasil deepfake dan potongan tidak utuh dari pidato saya dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus lalu,” lanjutnya.

Sri Mulyani lantas mengajak publik untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. “Marilah kita bijak dalam bermedia sosial. Jakarta, 19 Agustus 2025,” tutupnya.

Kasus ini menambah daftar panjang penyalahgunaan teknologi deepfake dan manipulasi digital yang digunakan untuk menyebarkan disinformasi.

Sebaliknya, kementerian sedang merancang strategi untuk memperbaiki sistem gaji dan penghargaan terhadap tenaga pendidik di Indonesia.

Komentar