Polri Gelar Latihan Anti-Teror Udara di Bandara Soetta, Perkuat Sinergi Keamanan Penerbangan
ASKARA - Polri melalui Korps Sabhara Baharkam menggelar latihan penindakan terhadap ancaman moda transportasi udara di kawasan GMF Bandara Soekarno-Hatta. Kegiatan ini merupakan bagian dari simulasi nasional dalam menghadapi potensi pembajakan dan aksi teror di sektor penerbangan.
Direktur Polisi Satwa (Dirpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Tory Kristianto, S.I.K., hadir mewakili Kakorsabhara Baharkam Polri dalam latihan yang digelar mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Latihan ini dipimpin langsung oleh Wadankorbrimob Polri, Irjen Pol. Ramdani Hidayat, dan turut didampingi sejumlah pejabat tinggi Polri.
Dalam pelaksanaan latihan, berbagai skenario ancaman penerbangan direspons secara cepat dan taktis oleh satuan elite seperti Pasukan Gegana Korbrimob. Kehadiran stakeholder utama seperti PT Angkasa Pura II, Garuda Indonesia, GMF AeroAsia, AirNav Indonesia, dan Otoritas Bandara menjadi bukti kuatnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan transportasi udara.
Brigjen Pol. Tory menyampaikan bahwa latihan ini adalah bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi skenario terburuk. “Simulasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Polri dan para pelaku industri penerbangan sangat vital. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi keamanan penerbangan nasional,” ungkapnya, Rabu (30/7).
Selain Brigjen Pol. Tory, latihan juga dihadiri oleh Brigjen Pol. Rudi Harianto M.Si (Karorenminops Korbrimob), Brigjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K. (Danpas Gegana), serta Brigjen Pol. Putu Putra Sadana yang mewakili Dirsamapta Baharkam Polri. Para perwira menengah dan tinggi dari berbagai satuan turut memantau langsung jalannya simulasi.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Danpas Gegana kepada para perwakilan stakeholder dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif menjaga stabilitas keamanan udara Indonesia.
Latihan tahunan ini menjadi bagian penting dari agenda besar Polri dalam memperkuat aspek preventif dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman di era mobilitas tinggi.

Komentar