Rabu, 22 Juli 2026 | 00:43
NEWS

Merebak di 130 Negara, Varian COVID-19 XFG Kuasai RI: Kemenkes Serukan Kewaspadaan

Merebak di 130 Negara, Varian COVID-19 XFG Kuasai RI: Kemenkes Serukan Kewaspadaan
Ilustrasi COVID-19 di Indonesia bernama XFG atau dikenal dengan sebutan Stratus (Dok Anrico)

ASKARA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan munculnya varian baru COVID-19 di Indonesia bernama XFG atau dikenal dengan sebutan Stratus. Varian ini kini menjadi strain yang paling dominan berdasarkan hasil surveilans penyakit pernapasan nasional.

Berdasarkan data resmi Kemenkes, varian XFG mendominasi 75 persen kasus pada Mei 2025, dan meningkat drastis menjadi 100 persen pada Juni 2025. Sementara itu, varian XEN masih tercatat menyumbang 25 persen kasus pada Mei.

“XFG menjadi varian nomor satu dalam hal penyebaran, dan per 13 Juni 2025 telah terdeteksi di 130 negara, terbanyak berasal dari kawasan Eropa dan Asia,” ungkap Kemenkes dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).

Meski penyebarannya masif, Kemenkes menegaskan bahwa varian ini tergolong dalam kategori risiko rendah (low risk). Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

Tingkat Positivity Rate COVID-19 2025 Masih Rendah

Kemenkes juga menyampaikan hasil surveilans penyakit pernapasan mingguan hingga pekan ke-30 tahun 2025. Dari total 186 pemeriksaan, ditemukan 13 kasus positif COVID-19, yang terdiri dari 3 kasus dari sentinel influenza-like illness (ILI), dan 10 dari lokasi non-sentinel. Tingkat positivity rate tercatat sebesar 6,99 persen.

Secara kumulatif sejak awal tahun hingga pekan ke-30, total kasus COVID-19 yang terdeteksi mencapai 302 kasus dari 13.010 spesimen, dengan positivity rate sebesar 2,32 persen. Kasus terbanyak berasal dari provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan DIY.

Karakteristik dan Status Varian XFG

Varian XFG merupakan hasil rekombinasi dari subvarian LF.7 dan LP.8.1.2, dengan sampel pertama kali dikumpulkan pada 27 Januari 2025. Laporan WHO pada Juni 2025 menyatakan bahwa XFG telah masuk dalam daftar Variant Under Monitoring (VUM) karena peningkatan proporsinya secara global.

“Meskipun terjadi peningkatan kasus dan rawat inap di beberapa negara Asia Tenggara yang memiliki proporsi XFG tinggi, tidak ditemukan bukti bahwa tingkat keparahan penyakit lebih tinggi dibandingkan varian lainnya,” jelas WHO.

Sementara itu, subvarian LF.7.9.1 dan LP.7 yang juga ditemukan di sejumlah wilayah global memiliki karakteristik mirip dengan varian JN.1. WHO masih mengkategorikan JN.1 sebagai Variant of Interest (VoI) sejak Desember 2023, dan tetap berada dalam klasifikasi risiko rendah secara global.

Imbauan Kemenkes RI untuk Masyarakat

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dasar, antara lain:

Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menjaga etika batuk dan bersin agar tidak menularkan kepada orang lain.

Rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Menggunakan masker saat berada di kerumunan atau saat mengalami gejala seperti batuk, pilek, dan demam.

Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi pernapasan.

Bagi pelaku perjalanan, segera melapor ke petugas bila mengalami sakit selama atau setelah perjalanan.

Surveilans Nasional Terus Dipantau

Kemenkes menyebutkan bahwa sistem surveilans penyakit pernapasan di Indonesia dilakukan melalui 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 balai karantina kesehatan di pintu masuk negara. Pengawasan ketat terus dilakukan terhadap influenza, COVID-19, dan penyakit pernapasan lainnya guna mencegah penyebaran luas varian baru.

“Dengan tingkat risiko yang masih rendah, kami harapkan masyarakat tetap tenang namun tidak lengah,” tutup pernyataan resmi Kemenkes RI.

 

 

Komentar