Korban Tabrak Lari Diselamatkan First Responder dan Perawat Muda Calon Karyawan RS Eka Hospital
ASKARA - Sebuah kejadian tabrak lari yang terjadi di depan RS Eka Hospital, Kota Wisata, Kabupaten Bogor, Kamis (24/7), menjadi bukti nyata pentingnya peran seorang first aid responder dalam penanganan darurat. Hendrata Yudha, anggota Indonesia Divers Rescue Team (IDRT), secara sigap mengambil alih situasi ketika melihat seorang pria tergeletak tak sadarkan diri di tengah jalan raya yang padat.
Saat itu, Hendrata sedang mengantar istrinya berobat ke rumah sakit. Di depan RS Eka Hospital, ia melihat kerumunan orang berusaha membangunkan korban dan bahkan mencoba memindahkannya ke pinggir jalan. “Niat menolong kadang bisa mencelakakan korban jika tidak memiliki pelatihan,” ujar Hendrata.
Sebagai first aid responder terlatih, Hendrata segera memerintahkan warga sekitar untuk tidak menggerakkan tubuh korban, serta mengalihkan lalu lintas. Ia juga melarang orang-orang yang hendak memberi minum, tindakan yang bisa membahayakan korban jika mengalami cedera dalam.
Dalam waktu lima menit pertama, korban yang teridentifikasi bernama Hambali menunjukkan kondisi mengkhawatirkan, tidak bergerak, berdarah, dan denyut nadinya lemah. Namun, berkat penanganan yang tepat, korban perlahan sadar. Hendrata dibantu oleh seorang perawat wanita yang kebetulan datang ke RS Eka Hospital untuk wawancara kerja. Keduanya memastikan korban tetap tenang, tidak dipindahkan, dan kepala tetap ditopang hingga ambulans tiba sekitar sepuluh menit kemudian.
"Saya pastikan korban bisa berbicara, menyebutkan namanya, dan tidak merasakan patah tulang. Ia hanya mengeluhkan pusing," jelas Hendrata. Setelah paramedis datang, ia menyerahkan penanganan lanjutan kepada tim medis, sesuai prosedur penanganan kecelakaan.
Hendrata juga menyampaikan apresiasi kepada perawat muda berambut pirang yang menunjukkan inisiatif kemanusiaan luar biasa, meski sedang berada dalam jadwal wawancara kerja. "RS Eka Hospital semestinya mempertimbangkan dedikasinya dalam situasi darurat ini," katanya.
Ia menegaskan beberapa pelajaran penting dari kejadian ini, antara lain:
1. Tidak semua orang memahami cara menangani korban kecelakaan, bahkan jika tampak seperti petugas.
2. Pelatihan rutin bagi masyarakat umum sangat penting untuk menjadi first aid responder.
3. Suara tegas dan kendali situasi mutlak diperlukan agar tindakan keliru dapat dicegah.
4. Menjadi first aid responder adalah kewajiban kemanusiaan, bukan semata profesi.
"Mohon maaf kepada warga yang saya minta menjauh saat itu. Niat Anda mulia, tapi keselamatan korban harus menjadi prioritas utama," tutup Hendrata.
Slogan yang dipegang tim Indonesia Divers Rescue Team kembali terbukti: So Others May Live.

Komentar