Selasa, 21 Juli 2026 | 11:21
NEWS

Tak Sadar Disiarkan, Sofian Effendi Cabut Pernyataan soal Ijazah Jokowi demi Lindungi Keluarga

Tak Sadar Disiarkan, Sofian Effendi Cabut Pernyataan soal Ijazah Jokowi demi Lindungi Keluarga
Pernyataan mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2002–2007, Prof. Sofian Effendi (Dok Anrico)

ASKARA - Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2002–2007, Prof. Sofian Effendi, menyampaikan klarifikasi sekaligus menarik kembali seluruh pernyataannya terkait riwayat pendidikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya beredar luas lewat tayangan video di YouTube.

Video yang dimaksud berjudul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! Ijazah Jokowi & Kampus UGM!", diunggah kanal YouTube Langkah Update pada 16 Juli 2025. Dalam video berdurasi hampir satu jam itu, Sofian berdiskusi dengan pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar mengenai keaslian ijazah sarjana Jokowi.

Namun, dalam keterangannya di kediamannya di Sleman, Kamis (17/7), Sofian menyatakan bahwa ia tidak mengetahui percakapan tersebut disiarkan secara langsung (live streaming) ke publik.

"Karena saya tidak menyangka itu live streaming, saya kira itu hanya obrolan internal dengan para alumni UGM dari berbagai kota. Saya tidak diberi tahu bahwa itu akan disiarkan ke publik," ujar Sofian.

Sofian juga mengaku tak memiliki bukti sahih terkait keaslian ijazah Presiden Jokowi. Ia menegaskan bahwa semua yang ia sampaikan bersifat informal dan hanya berdasarkan obrolan sesama rekan lama.

Meski mengaku tidak merasa dijebak, Sofian menyatakan keberatan atas penyiaran publik tanpa izin tersebut dan memutuskan untuk menarik seluruh pernyataannya. Kekhawatiran atas potensi pelaporan hukum oleh kelompok pendukung Jokowi disebut turut mendorong keputusan itu.

"Saya hanya manusia biasa. Saya takut, apalagi setelah membaca berita bahwa saya akan dipolisikan karena dianggap menyebarkan fitnah. Itu menakutkan untuk keluarga saya, istri dan anak-anak," ujarnya.

Sebagai bentuk penyesalan, Sofian merilis surat pernyataan resmi tertanggal 17 Juli 2025 yang disebarkan ke awak media. Dalam surat itu, ia menyatakan mencabut semua ucapan yang disampaikan dalam video, serta menyatakan dukungannya terhadap klarifikasi resmi Rektor UGM Ova Emilia terkait ijazah Jokowi.

"Pernyataan Rektor UGM Ibu Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan data dan bukti-bukti yang ada di UGM,” bunyi salah satu kutipan surat tersebut.

Sofian berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri polemik seputar ijazah Jokowi dan memperbaiki hubungannya dengan UGM, sekaligus meredam potensi perpecahan di tengah masyarakat.

"Kalau ini terus diperpanjang, UGM yang akan dirugikan, juga persatuan bangsa. Padahal itu yang harus kita jaga bersama," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam video yang kini menuai polemik, Sofian sempat menyebut bahwa nilai Jokowi pada masa awal kuliah tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke jenjang S1 dan bahwa skripsinya diduga meniru pidato seorang dekan. Ia juga menyebut ijazah Jokowi kemungkinan milik almarhum Hari Mulyono, suami pertama dari adik Jokowi, Idayati.

 

 

Komentar