Kamis, 04 Juni 2026 | 10:14
COMMUNITY

Mahasiswa Unsika Dampingi UMKM Desa Purwamekar Gunakan QRIS

Mahasiswa Unsika Dampingi UMKM Desa Purwamekar Gunakan QRIS
Mahasiswa Unsika dampingi UMKM Desa Purwamekar funakan qris (Dok Uniska)

ASKARA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) 2025 menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan penggunaan dompet digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Selasa (1/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja KKN Unsika 2025 yang mengangkat tema pemberdayaan ekonomi digital di tingkat desa, khususnya dalam mendukung transformasi transaksi keuangan pelaku usaha kecil.

Sosialisasi dilakukan secara door to door guna memastikan pemahaman merata di kalangan pelaku UMKM. Para mahasiswa memberikan edukasi tentang manfaat digitalisasi dalam transaksi jual beli dan memperkenalkan QRIS sebagai sistem pembayaran yang mudah, cepat, dan aman.

Menurut data Bank Indonesia (2023), sejak diluncurkan pada Agustus 2019, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 30 juta merchant di Indonesia, mayoritasnya adalah pelaku UMKM. Sistem ini memungkinkan satu kode QR yang kompatibel dengan berbagai aplikasi dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan ShopeePay.

Dalam sesi pendampingan, mahasiswa memandu pelaku usaha untuk mendaftar sebagai merchant QRIS melalui aplikasi resmi seperti QRISnesia dan mitra penyedia jasa pembayaran (PJP). Mereka juga dilatih cara mencetak kode QR, melakukan transaksi digital, hingga pencatatan penjualan secara daring.

Kegiatan ini mendukung program nasional Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) serta sejalan dengan peta jalan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang mendorong digitalisasi ekonomi dan inklusi keuangan.

Mahasiswa KKN Unsika berharap, melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM di Desa Purwamekar mampu beradaptasi dengan era digital, memperluas pasar, serta mengelola usahanya secara lebih efisien dan berkelanjutan.

 

Laporan: Inna Anbar Ramadhanti

Komentar