Kamis, 23 Juli 2026 | 01:59
NEWS

Diperiksa 9 Jam, Nadiem Bungkam soal Dugaan Korupsi Chromebook dan Investasi Google ke Gojek

Diperiksa 9 Jam, Nadiem Bungkam soal Dugaan Korupsi Chromebook dan Investasi Google ke Gojek
Nadiem bungkam soal dugaan korupsi vhromebook dan investasi Google ke Gojek (Dok Anrico)

ASKARA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjalani pemeriksaan selama sembilan jam oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.

Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 08.58 WIB hingga 18.00 WIB di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025). Usai pemeriksaan, Nadiem memilih irit bicara kepada awak media.

“Saya baru saja selesai panggilan kedua saya. Dan saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada pihak Kejaksaan karena memberikan saya kesempatan untuk memberikan keterangan terhadap kasus ini,” ujar Nadiem singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Meski sempat menyampaikan apresiasi terhadap proses pemeriksaan, Nadiem tidak menjelaskan materi atau pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya. Ia hanya meminta izin untuk kembali ke keluarganya.

“Terima kasih sekali lagi untuk teman-teman media, izinkan saya kembali ke keluarga saya,” ucap pendiri Gojek tersebut.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, mengungkapkan bahwa penyidik turut mendalami dugaan keterkaitan antara investasi Google ke Gojek dan proyek pengadaan Chromebook. Nadiem diketahui sebagai salah satu pendiri Gojek, perusahaan teknologi yang kemudian bergabung dalam ekosistem GoTo.

"Ya itu yang mau didalami. Apakah ada pengaruh dari investasi itu terhadap pengadaan Chromebook yang notabene proyek pemerintah. Itu yang sedang digali," jelas Harli di Kompleks Kejagung, Selasa (15/7/2025).

Menurut Harli, pemeriksaan terhadap Nadiem dilakukan setelah sejumlah pihak dari Gojek dan GoTo dimintai keterangan. Penyidik tengah menelusuri apakah terdapat aliran kepentingan atau pengaruh kebijakan antara investasi digital dan program pengadaan perangkat teknologi di kementerian.

Kejaksaan sendiri belum memberikan kesimpulan atas hasil pemeriksaan Nadiem hari ini, namun penyelidikan terus berlanjut terhadap proyek pengadaan Chromebook yang bernilai triliunan rupiah tersebut.

 

 

Komentar