Selasa, 21 Juli 2026 | 22:40
NEWS

Bayu Wardoyo: Arus di Selat Bali Bikin Operasi SAR KMP Tunu Tak Mulus

Bayu Wardoyo: Arus di Selat Bali Bikin Operasi SAR KMP Tunu Tak Mulus
Bayu Wardoyo dari Indonesia Divers Rescue Team (IDRT) (Dok Pribadi)

ASKARA - Upaya pencarian korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama di Selat Bali menghadapi hambatan serius. Selain kedalaman ekstrem di atas 40 meter, arus bawah laut yang kuat membuat operasi Search and Rescue (SAR) tidak berjalan semulus harapan.

Bayu Wardoyo dari Indonesia Divers Rescue Team (IDRT) menyebutkan, kecepatan arus di Selat Bali mencapai 4-5 knot. “Ini bukan area buat kapal yang tenaganya pas-pasan. Salah posisi bisa jadi kartu mati,” ujar Bayu, yang mengaku sudah akrab dengan lokasi berarus deras itu.

Sejauh ini, kapal ferry yang tenggelam masih belum ditemukan secara pasti. Bahkan menurut Bayu, hasil pemindaian sonar menunjukkan kapal sempat bergeser sejauh 800 meter. Artinya, bukan hanya permukaan laut yang berarus kencang, tetapi dasar laut pun sama ganasnya.

Kondisi ini membuat penyelaman sangat berisiko. “Penyelam bisa mengalami overexertion saat melawan arus. Ini memperbesar risiko penyakit dekompresi atau DCS. Dalam kasus ekstrem, bisa berujung kelumpuhan atau kematian,” tegas Bayu.

Selain itu, keterbatasan jarak pandang di bawah air hanya 5 meter juga menghambat efektivitas pencarian. Belum lagi faktor teknis seperti RMV (Respiratory Minute Volume) yang akan meningkat drastis karena kerja ekstra melawan arus, menyebabkan tabung udara cepat habis.

Menurut Bayu, untuk penyelaman di bawah 40 meter dibutuhkan teknik khusus seperti technical diving menggunakan campuran gas Trimix. “Tapi penyelam Trimix bukan hanya soal nyali. Ada pelatihan khusus, peralatan blending gas, dan dukungan medis yang wajib tersedia.”

Di lokasi evakuasi seperti bangkai kapal, Bayu menekankan pentingnya keahlian khusus. “Masuk ke dalam kapal itu seperti masuk labirin sempit, dengan jarak pandang nyaris nol. Satu kesalahan bisa berujung fatal.”

Hingga 10 Juli 2025, setidaknya 22 orang belum ditemukan. Operasi SAR terus berlanjut dengan keterlibatan tim gabungan TNI AL, Basarnas, dan relawan selam.

Bayu menutup pernyataannya dengan pesan penuh empati. “Kami menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Dan hormat setinggi-tingginya untuk semua tim SAR yang bekerja tanpa lelah di tengah arus yang tidak bersahabat.”

 

 

Komentar