Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47
NEWS

Diplomat Muda Tewas Misterius di Kosan, Kemlu: Jangan Berspekulasi, Kita Tunggu Hasil Polisi

Diplomat Muda Tewas Misterius di Kosan, Kemlu: Jangan Berspekulasi, Kita Tunggu Hasil Polisi
Ilustrasi korban meninggal dunia (Dok Askara)

ASKARA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan (39), kepada kepolisian. Arya ditemukan tewas dalam kondisi wajah terlilit lakban di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

“Untuk kasus ini sudah diserahkan kepada pihak polisi. Kita tunggu hasil penyelidikan,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha, di Banguntapan, Bantul, usai pemakaman Arya, Rabu (9/7).

Judha menjelaskan bahwa Arya adalah diplomat yang menangani berbagai misi penting perlindungan WNI di luar negeri. Ia pernah membantu evakuasi WNI korban gempa di Turki, menyelamatkan anak-anak telantar di Taiwan, hingga mengevakuasi WNI dari Iran. Arya juga sempat menjadi saksi dalam perkara tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jepang.

“Dengan sifat beliau yang pekerja keras dan suka menolong, almarhum telah banyak membantu WNI di luar negeri,” kata Judha terisak. “Seharusnya akhir Juli ini, Mas Daru bertugas ke KBRI Helsinki, Finlandia. Tapi Allah berkehendak lain.”

Penyelidikan Polisi

Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandi, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa empat orang saksi, termasuk istri korban, pemilik kos, penjaga kos, dan tetangga sekitar.

“Nanti kami juga akan memeriksa rekan kerja korban,” kata Rezha. Polisi menyatakan tidak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh Arya dan barang-barang pribadinya masih lengkap. Hasil olah TKP menemukan sidik jari korban pada lakban yang menutup wajahnya, namun hal tersebut masih akan ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium.

Judha Nugraha berpesan agar masyarakat tidak berspekulasi atas kematian Arya, termasuk mengaitkan dengan pekerjaannya menangani isu-isu sensitif seperti TPPO.

“Kita tidak ingin berspekulasi, kita tunggu hasil penyelidikan dari polisi,” tegasnya.

Arya, yang bergabung di Kemlu sejak 2014, pernah ditempatkan di KBRI Dili (Timor Leste) dan KBRI Buenos Aires (Argentina), sebelum bergabung dengan Direktorat PWNI.

Jenazahnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Sunthen, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Rabu petang. Judha dan sejumlah pejabat Kemlu turut mengantar hingga peristirahatan terakhirnya.

 

 

Komentar