Senin, 08 Juni 2026 | 17:20
COMMUNITY

Satu Menit Marah, Lima Jam Lemah

Satu Menit Marah, Lima Jam Lemah
Ilustrasi marah (copilot)

ASKARA - Penelitian mutakhir membuktikan bahwa hanya dengan marah selama satu menit saja, tubuh manusia bisa mengalami penurunan sistem kekebalan hingga lima jam ke depan. Sebaliknya, tertawa sejenak ternyata mampu memperkuat daya tahan tubuh sepanjang hari. Fenomena ini menegaskan pentingnya menjaga stabilitas emosi demi kesehatan fisik dan mental.

Penelitian tentang hubungan erat antara emosi dan kesehatan fisik semakin mendapat sorotan dalam beberapa dekade terakhir. Bidang psikoneuroimunologi yaitu cabang ilmu yang mempelajari interaksi antara pikiran, sistem saraf, dan sistem kekebalan menegaskan bahwa emosi negatif seperti marah memicu pelepasan hormon stres yang berbahaya bagi tubuh.

Ketika seseorang marah, tubuh akan segera melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Hormon ini memang bermanfaat dalam situasi darurat atau ancaman nyata seperti melarikan diri atau menghadapi bahaya. Namun jika diproduksi secara berlebihan atau terus menerus hormon ini justru merusak keseimbangan tubuh. Kortisol yang tinggi menyebabkan peningkatan tekanan darah gangguan metabolisme serta menekan aktivitas sel sel imun.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Immunology menunjukkan bahwa setelah kemarahan intens aktivitas sel natural killer yaitu sel yang berfungsi membunuh virus dan sel kanker dapat turun drastis hingga 70 persen. Penurunan aktivitas sel ini tidak pulih dengan cepat bahkan bisa memakan waktu empat hingga lima jam untuk kembali normal.

Sebaliknya tertawa memberikan efek kebalikan yang luar biasa. Sebuah riset oleh Dr Lee Berk dan Dr Stanley Tan dari Loma Linda University Amerika Serikat menemukan bahwa tertawa meningkatkan produksi endorfin hormon yang membuat perasaan lebih bahagia dan rileks. Selain itu tertawa merangsang peningkatan jumlah imunoglobulin A atau IgA antibodi penting yang menjaga mukosa saluran pernapasan dan pencernaan dari serangan patogen.

Tertawa juga meningkatkan aktivitas sel natural killer dan limfosit T dua komponen utama dalam sistem pertahanan tubuh. Penelitian lain yang dipublikasikan di Alternative Therapies in Health and Medicine menemukan bahwa efek imun positif dari tertawa dapat bertahan hingga 24 jam setelah aktivitas tertawa.

Tak hanya itu tertawa juga terbukti menurunkan kadar hormon stres menurunkan tekanan darah memperbaiki aliran darah serta meningkatkan toleransi nyeri. Dengan kata lain tertawa adalah "senam dalam" yang mampu melatih organ organ vital tanpa perlu peralatan mahal atau ruang khusus.

Bayangkan hanya dengan menonton video lucu mendengar cerita kocak atau berbincang santai dengan sahabat kamu sudah memberikan hadiah besar untuk kesehatanmu. Efek domino positif ini memperkuat alasan mengapa kita perlu memberi ruang lebih besar untuk kebahagiaan dalam keseharian.

Namun menjaga emosi positif bukan berarti kita harus menekan atau membohongi perasaan negatif. Marah adalah emosi manusiawi yang tetap perlu diakui. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola dan menyalurkannya secara bijak.

Beberapa cara yang terbukti efektif untuk meredakan marah adalah dengan latihan pernapasan dalam meditasi olahraga ringan seperti jalan kaki atau menulis jurnal harian. Teknik teknik ini membantu menenangkan sistem saraf simpatik sehingga kadar kortisol bisa lebih cepat kembali normal.

Selain itu pendekatan spiritual atau religius juga bisa menjadi penyejuk hati. Banyak tradisi keagamaan yang menekankan pentingnya memaafkan dan menahan amarah. Dalam Islam misalnya Rasulullah SAW pernah bersabda Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. (HR Bukhari dan Muslim)

Bukti ilmiah dan ajaran moral saling menguatkan bahwa mengelola emosi adalah kunci utama untuk hidup sehat dan damai. Dengan mengurangi marah dan memperbanyak tawa kita tidak hanya menambah kualitas hubungan sosial tapi juga memperpanjang usia meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

Ilustrasi ilmiah memperlihatkan bagaimana hormon kortisol melonjak drastis saat marah dan grafik penurunan aktivitas sel kekebalan hingga titik terendah pada jam kedua setelah kemarahan. Sebaliknya grafik lain menunjukkan kurva meningkatnya kadar endorfin dan sel natural killer setelah tertawa yang tetap tinggi hingga 24 jam. Visualisasi ini menggambarkan secara gamblang betapa cepat dan drastis pengaruh emosi pada tubuh.

Sekarang pilihan ada di tanganmu. Mau terus marah dan membiarkan tubuh lemas selama berjam jam atau memilih tertawa memperkuat imunitas dan menikmati hidup dengan lebih bahagia. Mulai hari ini cobalah cari alasan untuk tertawa sekecil apa pun itu. Karena tawa adalah obat termurah tersederhana dan paling mujarab yang sudah disediakan alam. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar