Rabu, 22 Juli 2026 | 08:23
TRAVELLING

KA Pangrango Gunakan Kereta Ekonomi New Generation: Ruang Lebih Luas, Layanan Lebih Nyaman

KA Pangrango Gunakan Kereta Ekonomi New Generation: Ruang Lebih Luas, Layanan Lebih Nyaman
Kereta api Pangrango merupakan layanan kereta api melayani relasi Bogor Paledang–Sukabumi. (Dok wikipedia)

ASKARA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menghadirkan Kereta Ekonomi New Generation untuk rangkaian Kereta Api (KA) Pangrango yang melayani rute Bogor–Sukabumi (PP), mulai Selasa (1/7/2025). Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang di koridor padat tersebut.

Kereta Ekonomi New Generation memiliki kapasitas 72 tempat duduk per kereta, lebih sedikit dari sebelumnya yang sebanyak 80 kursi. Meski berkurang dari sisi kuantitas, KAI menjanjikan kualitas pelayanan meningkat dengan ruang kaki lebih lega dan desain kursi ergonomis.

"Kereta Ekonomi New Generation yang digunakan pada KA Pangrango merupakan hasil modifikasi dan perawatan oleh Balai Yasa Manggarai. Hingga 2 Juli 2025, unit ini telah menghasilkan 93 kereta New Generation," ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/7/2025).

Anne menambahkan, kehadiran kereta generasi baru ini mencerminkan kapasitas Balai Yasa dalam mendukung modernisasi sarana secara mandiri dan berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian industri perkeretaapian nasional.

Dengan total kapasitas 460 kursi, KA Pangrango diyakini tetap dapat melayani lonjakan penumpang, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Data KAI mencatat, jumlah penumpang KA Pangrango terus meningkat. Sepanjang 2023, tercatat 786.001 penumpang, naik menjadi 874.789 penumpang pada 2024. Sementara itu, hingga pertengahan tahun ini (Januari–Juni 2025), jumlah penumpang sudah mencapai 554.394 orang.

Modernisasi KA Pangrango juga berkaitan erat dengan peran Stasiun Bogor sebagai simpul konektivitas regional. Rata-rata harian, stasiun ini mencatat 49.369 pengguna masuk (gate-in) dan 49.024 keluar (gate-out) untuk layanan Commuter Line.

Tak hanya sebagai pusat transportasi, kawasan Stasiun Bogor kini telah terintegrasi dengan Alun-Alun Kota Bogor, membentuk ruang publik yang menggabungkan fungsi transit, rekreasi, serta interaksi sosial. Wilayah ini pun menjelma menjadi 'downtown' modern dengan atmosfer khas Eropa.

Sebagai kota yang telah dikenal sebagai pusat modernisasi sejak masa kolonial, Bogor terus memperkuat posisinya dengan layanan transportasi publik yang semakin efisien dan terintegrasi. KA Pangrango kini menjadi bagian penting dari denyut mobilitas dan perkembangan kawasan tersebut.

 

 

 

Komentar