Gibran dan Effendi Simbolon Berseloroh Soal Pemecatan dari PDIP: "Nomor Surat Kita Berurutan!"
ASKARA - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan mantan Anggota DPR Effendi Simbolon melempar candaan soal pemecatan mereka dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Momen itu terjadi saat Gibran menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia (PSBI), Senin (7/7/2025), di Golf Pondok Indah Convention Hall, Jakarta.
Candaan pertama dilontarkan oleh Effendi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSBI. Dalam sambutannya, ia mengenang momen dua tahun lalu saat mengundang Presiden Prabowo Subianto dalam acara PSBI, yang kemudian diikuti dengan pemecatan dirinya dari PDIP.
"Dua tahun lalu beliau [Presiden Prabowo] hadir di antara kami dan alhamdulillah setelah itu saya dapat surat pemecatan, Pak. Karena kita sudah sama-sama satu surat pemecatan, Pak [Gibran], saya kira sudah tidak ada masalah,” ujar Effendi sambil disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Gibran pun membalas candaan tersebut dalam sambutannya dengan nada berseloroh.
"Suratnya itu Pak Ketua itu nomor berapa? 26. Saya nomor 28. Oh, bisa berurutan gitu ya,” ucapnya, memancing gelak tawa dari para peserta rakernas.
Meski dibumbui humor, Gibran menegaskan bahwa peristiwa pemecatan itu sudah berlalu dan semua pihak harus melangkah maju. Ia juga berpesan agar keluarga besar Simbolon bersatu mendukung program-program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
"Tidak apa-apa. Kita harus move on. Pilpres sudah selesai. Jangan sampai ada gesekan-gesekan di internal keluarga besar Simbolon, Pak Ketua,” tutur Gibran.
Latar Belakang Pemecatan Effendi Simbolon dari PDIP
Effendi Simbolon resmi dipecat dari PDIP pada 28 November 2024. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan DPP PDIP Nomor 1648/KPTS/DPP/XI/2024 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.
Alasan pemecatan Effendi diduga kuat karena ia mendukung pasangan calon gubernur dari partai lain, yaitu Ridwan Kamil dan Suswono, dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Dukungan ini bertolak belakang dengan keputusan partai yang mengusung Pramono Anung-Rano Karno.
Menurut PDIP, tindakan Effendi merupakan pelanggaran berat terhadap kode etik dan disiplin partai. Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat membenarkan pemecatan tersebut.
"Benar, yang bersangkutan sudah dipecat dari anggota partai karena pelanggaran kode etik, disiplin partai, dan AD/ART PDIP,” ujar Djarot saat itu.
Sebagai konsekuensi, Effendi dilarang mengikuti seluruh aktivitas partai serta tak dapat menduduki jabatan apapun yang berkaitan dengan PDIP.
Riwayat Politik dan Kontroversi Effendi
Effendi Simbolon adalah politisi kawakan yang telah menjadi anggota DPR RI sejak 2004 selama empat periode berturut-turut. Ia juga sempat dicalonkan PDIP dalam Pilgub Sumatera Utara 2013.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Effendi kerap bersikap berseberangan dengan kebijakan partai. Puncaknya terjadi saat Rakernas PSBI 2023, ketika ia menyatakan dukungan terbuka untuk capres Prabowo Subianto, padahal PDIP mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Sikap ini memunculkan ketegangan internal. DPP PDIP bahkan sempat memanggil Effendi untuk klarifikasi. Meskipun sempat dinyatakan masih “tegak lurus”, Effendi akhirnya diberhentikan karena dukungannya terhadap pasangan di luar garis partai.
PDIP juga mempermasalahkan pertemuan Effendi dengan Presiden Joko Widodo yang kala itu mendukung pasangan calon yang tak sejalan dengan PDIP di Pilkada DKI Jakarta.
"Ini beda persoalan kalau dengan tokoh politik lain, tetapi ini bertemu dengan Pak Jokowi sebelum mengambil langkah politik yang berbeda dengan rekomendasi partai,” ujar Juru Bicara PDIP Aryo Seno Bagaskoro.

Komentar