Langit Terbelah di Ruteng, Isyarat Alam atau Pertanda Gaib?
ASKARA - Warga Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dibuat terdiam oleh pemandangan langit yang tak biasa, Minggu (6/7) sore. Sebuah fenomena ganjil terjadi di atas langit Ruteng, garis lurus membelah cakrawala, seolah memisahkan siang dan malam, gelap dan terang. Tak sedikit yang menyebutnya sebagai isyarat alam, bahkan ada yang mengaitkannya dengan pertanda gaib.
Salah satu warga, Hengkie Jong, menjadi saksi sekaligus pengabadinya. Dari balik kamar, ia hanya bisa terpaku saat melihat langit perlahan berubah, hingga tercipta garis lurus membelah horizon.
"Saya cuma bisa diam dari dalam kamar. Awalnya kayak ada garis lurus, memisahkan gelap dan terang… makin lama muncul cahaya keemasan di balik awan. Jujur, saya sampai merinding. Rasanya kayak ada sesuatu yang besar mau terjadi," ungkap Hengkie.
Fenomena itu pun langsung memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Tak hanya dianggap sebagai gejala alam biasa, sebagian warga Ruteng yang masih memegang kuat kepercayaan adat Manggarai, melihatnya sebagai pertanda dari leluhur.
Dalam budaya Manggarai, alam sering diyakini sebagai media komunikasi roh leluhur atau pertanda akan datangnya perubahan besar, entah kebaikan atau musibah.
"Kalau langit sampai terbelah begitu, biasanya ada pesan. Bisa saja ini peringatan alam, atau mungkin pertanda dari para leluhur," kata seorang tokoh adat setempat yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, pihak BMKG belum mengeluarkan keterangan resmi terkait fenomena langit di Ruteng. Namun, beberapa ahli cuaca menduga, itu bisa saja akibat fenomena optik atmosfer seperti cloud iridescence atau efek bias cahaya akibat partikel di udara.
Meski demikian, di balik penjelasan ilmiah, warga tetap meyakini bahwa alam punya bahasa sendiri, yang tak selalu bisa dijelaskan logika.
"Saya percaya, kadang alam kasih isyarat lebih dulu. Kita cuma harus peka," tutup Hengkie dengan nada serius.
Langit Ruteng sore itu menyisakan tanda tanya besar. Waktu yang akan menjawab, apakah ini sekadar keindahan alam… atau peringatan dari yang tak kasat mata.

Komentar