Selasa, 21 Juli 2026 | 22:15
NEWS

Gagalkan Tawuran Berdarah, Polresta Bogor Kota Tangkap 7 Pemuda Bersenjata Tajam

Gagalkan Tawuran Berdarah, Polresta Bogor Kota Tangkap 7 Pemuda Bersenjata Tajam
Polresta Bogor Kota tangkap 7 pemuda bersenjata tajam (Dok Humas Polres)

ASKARA - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota, Polda Jawa Barat, menggagalkan aksi tawuran yang diduga akan memicu bentrokan antarkelompok remaja. Sebanyak tujuh orang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam berhasil diamankan di kawasan Baranangsiang, Bogor Timur, Rabu (2/7/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo menyampaikan bahwa jajarannya tidak akan mentolerir segala bentuk aksi premanisme dan tawuran yang meresahkan masyarakat.

"Saya dengan tegas menyatakan, jajaran Polresta Bogor Kota tidak akan mentolerir segala bentuk aksi premanisme dan tawuran di Kota Bogor. Kami akan menindak semua dengan tegas,” kata Kombes Eko Prasetyo kepada wartawan, Rabu (2/7/2025).

Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan bentrokan.

Kombes Eko menyebut, para pelaku yang diamankan diketahui merupakan bagian dari kelompok "Cibadak Neverdie" yang diduga hendak mendukung kelompok "Salak Pride" dalam konflik dengan kelompok "Northprize".

"Alhamdulillah, tim Raimas Presisi Sat Samapta Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan pemuda beserta sajam yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran,” ujarnya.

Tujuh pemuda yang ditangkap berinisial MFA, NU, AA alias M, MH, IN alias I, MH, dan MRS. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah senjata tajam seperti 6 celurit (4 berukuran panjang), 6 golok, 1 stik golf, dan 1 double stick.

"Kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan, agar Kota Bogor tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Kombes Eko.

Polresta Bogor Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan, khususnya yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

"Kami akan terus meningkatkan patroli preventif di wilayah-wilayah rawan bentrokan antar-kelompok remaja,” pungkasnya.

 

 

Komentar