Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:12
COMMUNITY

Menanam Harapan di Pulau Untung Jawa: Aksi Lintas Komunitas Pulihkan Alam dan Gerakan Literasi

Menanam Harapan di Pulau Untung Jawa: Aksi Lintas Komunitas Pulihkan Alam dan Gerakan Literasi
Aksi Lintas Komunitas menanam mangrove di Pulau Untung Jawa (ist)

ASKARA - Pulau Untung Jawa dan Ketapang Urban Aquaculture, Mauk, menjadi saksi semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan literasi, Sabtu (28/6). 

Kaum Membumi bersama komunitas Bertemu untuk Berbagi, Dedikasi Kita, dan relawan lainnya menggelar kegiatan “TANAM – Tumbuh Bersama, Menjaga Bumi, Merawat Mimpi”.

Dukungan mengalir dari berbagai pihak, termasuk media partner seperti Askara.co, Distrik Berisik, Pikiran Rakyat, Bekawan.co.id, Mudanesia, Garuda Nusantaranews, daulat.co, hingga komunitas relawan yang hadir dari berbagai daerah.

Puluhan relawan dari berbagai daerah berkumpul di pesisir, menanam mangrove dan ratusan buku juga dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari gerakan literasi. 

Dua kegiatan ini menjadi simbol keberlanjutan: menjaga bumi sekaligus menyemai harapan di benak generasi muda. 

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga alam, tapi juga penyuluh harapan lewat pengetahuan. Dan kami percaya, menjaga alam dan meningkatkan literasi adalah dua hal yang tidak terpisahkan,” ujar Qomardiansyah dari Dedikasi Kita.

Kegiatan “TANAM – Tumbuh Bersama, Menjaga Bumi, Merawat Mimpi” tak hanya menyentuh aspek lingkungan dan sosial, tetapi juga menunjukkan kekuatan kolaborasi lintas komunitas. 

Selain itu, kegiatan ini diisi dengan diskusi lingkungan, pembagian pengalaman relawan, dan aksi-aksi edukatif yang mempererat solidaritas. Tak hanya menanam pohon, mereka juga menanam nilai-nilai.

Qomardiansyah, mengungkapkan harapannya agar kegiatan semacam ini tak berhenti di satu titik. “Semangat kolaborasi seperti ini harus menular ke wilayah lain. Karena pelestarian lingkungan dan literasi adalah gerakan panjang yang membutuhkan banyak tangan dan hati,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa mangrove yang ditanam dan buku yang dibagikan hari itu bukan sekadar simbol, tetapi investasi untuk masa depan yang lebih baik.

“Yang kita tanam bukan hanya mangrove, tapi juga semangat dan nilai-nilai kebaikan. Semoga kelak tumbuh menjadi warisan berharga,” tutupnya.

Komentar