Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:58
NEWS

Rumah Singgah di Sukabumi Dirusak, Anak-anak Trauma, Raldy Doy: Ini Cacat Akal Sehat.

Rumah Singgah di Sukabumi Dirusak, Anak-anak Trauma, Raldy Doy: Ini Cacat Akal Sehat.
Tangjapan layar tindakan anarkis (Dok Askara)

ASKARA - Peristiwa perusakan rumah singgah milik Maria Veronica Ninna di Kampung Tangkil, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/6/2025), menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Pendiri Beranda Ruang Diskusi, Raldy Doy, yang menilai tindakan brutal tersebut adalah bentuk dan tindakan yang melukai wajah kerukunan berbangsa.

Dalam insiden itu, ratusan warga dilaporkan merusak fasilitas rumah singgah, mulai dari memecahkan kaca jendela, merusak taman, gazebo, hingga mendorong sepeda motor ke sungai. Sejumlah mobil juga menjadi sasaran amuk massa. Ironisnya, saat kejadian berlangsung, puluhan anak-anak sedang mengikuti kegiatan retret di lokasi tersebut, ikut melihat peristiwa ini dan mengalami ketakutan 

“Ini cacat akal sehat,  Apa yang mau kita tunjukan dan ajarkan ke anak-anak dengan aksi brutal seperti itu? Masih banyak cara menyelesaikan persoalan selain jalan kekerasan”. tegas Raldy Doy, Senin (30/6).

Raldy menegaskan, semua agama di Indonesia mengajarkan kedamaian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama. Menurutnya, tindakan anarkis dengan dalih menjaga ketertiban justru mencoreng semangat dan wajah kerukunan yang sudah dibangun bangsa ini.

“Kalau ada persoalan, bicarakan. Kalau ada dugaan pelanggaran, selesaikan lewat jalur hukum. Jangan  memilih jalan kekerasan. Ketakutan bisa menimbulkan trauma pada anak- anak yang mengalami peristiwa ini. Siapa yang mau bertanggung jawab atas luka psikologis mereka?” tambah Raldy.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan kembali mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan. “Kalau kita terus membiarkan intoleransi berkedok seperti ini, percayalah, kita mencederai dan merusak keindahan berbangsa oleh kebencian di antara kita sendiri,” pungkasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Kepala Seksi Humas Polres Sukabumi, Iptu Aah Saifulrohman, sebelumnya menyatakan bahwa bangunan tersebut bukanlah tempat ibadah resmi, melainkan rumah singgah yang oleh warga dicurigai digunakan untuk aktivitas keagamaan.

 

 

Komentar