Pupuk Indonesia Perkuat Sinergi dengan Pemuda Dukung Akselerasi SDGs
ASKARA - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Melalui keterlibatan dalam Konferensi Nasional Campus Leaders Program (CLP) Batch 10 yang diinisiasi Bakrie Center Foundation (BCF), BUMN di bidang pupuk dan petrokimia ini berkomitmen mendukung percepatan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Mengusung tema “Pelibatan Aktif Pemuda dalam Percepatan Pencapaian SDGs Indonesia”, konferensi ini menjadi forum penting yang mempertemukan ratusan anak muda dari berbagai penjuru negeri dengan pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan, peran generasi muda tidak bisa dipandang sebelah mata dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami percaya, pemuda adalah kunci utama dalam menciptakan perubahan nyata. Melalui kolaborasi, kita bisa menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pemberdayaan kelompok rentan,” ujar Rahmad dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/6).
Lebih dari sekadar forum diskusi, keikutsertaan Pupuk Indonesia dalam CLP Batch 10 juga diwarnai dengan dukungan konkret terhadap berbagai ide dan proyek inovatif yang digagas anak muda, khususnya di bidang pertanian, pemberdayaan ekonomi lokal, dan lingkungan. Selama ini, Pupuk Indonesia dikenal konsisten menjalankan program-program sosial, mulai dari pelatihan petani milenial, pengembangan pertanian presisi, hingga pendampingan masyarakat di wilayah tertinggal.
Sinergi seperti ini, menurut Manager Monitoring & Evaluasi Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Gantjang Amanullah, menjadi bukti nyata implementasi pendekatan hexa helix yang melibatkan enam unsur penting: pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat sipil, media, dan generasi muda. “Mencapai target SDGs 2030 bukan tugas pemerintah semata. Butuh kontribusi kolektif, terutama dari korporasi dan komunitas,” tegasnya.
Pupuk Indonesia juga turut memberikan perhatian pada isu kesehatan, salah satunya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Melalui dukungan terhadap proyek pemberdayaan ekonomi penyintas TBC, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif.
Rahmad Pribadi menambahkan, Pupuk Indonesia siap menjadi mitra strategis bagi generasi muda dalam mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi. SDGs adalah tanggung jawab bersama, dan masa depan pembangunan ada di tangan para pemuda kita,” pungkasnya.
Partisipasi aktif Pupuk Indonesia dalam ajang ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membangun kolaborasi lintas sektor demi percepatan pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Air.

Komentar