Investor Eropa Tertarik Hidupkan Proyek Monorail Jakarta yang Mangkrak
ASKARA - Di tengah semarak HUT ke-498 Jakarta, angin segar datang dari sektor transportasi publik. Sebuah perusahaan transportasi asal Eropa, Alstom SA, menyatakan ketertarikannya untuk terlibat dalam pembangunan kembali proyek monorail Jakarta yang sempat mangkrak sejak 2004.
Ketertarikan Alstom muncul saat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menaruh perhatian khusus pada keberadaan tiang-tiang monorail yang terbengkalai dan merusak wajah kota. Pramono bahkan berencana mengirim surat ke PT Adhi Karya, pemilik tiang-tiang tersebut, untuk segera melakukan pembongkaran.
Direktur Utama PT Jakarta Monorail (PTJM), Ir. Sukmawati Syukur, menyambut langkah itu. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran Alstom bisa menjadi momentum untuk menghidupkan kembali proyek monorail yang telah terhenti lebih dari dua dekade.
"Alstom antusias untuk bisa terlibat dalam pembangunan dan pengusahaan monorail di Jakarta,” ujar Sukmawati di kantornya, Sampoerna Strategic Square, Jakarta.
Alstom SA adalah produsen kereta api asal Prancis yang telah dikenal secara global di bidang transportasi kereta api, termasuk kereta cepat, LRT, dan sistem persinyalan.
PTJM sendiri merupakan pihak yang sejak 31 Mei 2004 telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemprov DKI Jakarta dalam skema Build, Operate, and Transfer (BOT). Sesuai PKS tersebut, PTJM memiliki kewajiban membangun, membiayai, mengoperasikan, dan menyerahkan kembali sistem monorail. Namun hingga kini, realisasi proyek masih tersendat.
“Daripada tiang dibongkar dan menghabiskan anggaran, lebih baik kerja sama diperbarui agar bisa menarik investor untuk melanjutkan proyek ini,” tambah Sukmawati.
Sementara itu, PT Adhi Karya selaku pemilik tiang-tiang monorail menyatakan terbuka untuk duduk bersama dengan para pihak guna membahas solusi terbaik, meskipun permintaan resmi dari Pemprov DKI disebut belum diterima.
Transportasi Publik Jadi Prioritas
Ketertarikan investor asing ini muncul seiring komitmen Pemprov DKI dalam membenahi sistem transportasi publik. Program prioritas Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno mencakup perluasan layanan TransJakarta, MRT, dan LRT, serta transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Pada perayaan HUT Jakarta 22 Juni mendatang, seluruh moda transportasi umum hanya dikenai tarif Rp1 sebagai bentuk promosi penggunaan transportasi publik. Selain itu, jam operasional juga diperpanjang.
Jakarta saat ini memiliki cakupan layanan transportasi publik sepanjang 253 km, dengan TransJakarta mendominasi 231 km, MRT 16 km, dan LRT 6 km.
Namun di balik kemajuan ini, Pemprov menyadari bahwa tantangan terbesar masih ada: mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi dan menyediakan sistem transportasi yang benar-benar nyaman dan terintegrasi.
Jika rencana kerja sama dengan Alstom berjalan mulus, proyek monorail bukan hanya bisa hidup kembali, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam sejarah modernisasi transportasi ibu kota.

Komentar