Rabu, 17 Juni 2026 | 15:32
COMMUNITY

MPK Indonesia Rayakan 75 Tahun Pengabdian

MPK Indonesia Rayakan 75 Tahun Pengabdian
MPK Indonesia rayakan 75 tahun pengabdian (Dok MPKI)

ASKARA - Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia  merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-75. Puncak perayaan organisasi pendidikan kristen terbesar di Indonesia ini dipusatkan di IPEKA Integrated Christian School, Meruya, Jakarta Barat, Selasa sore (17/6).

Perayaan HUT MPK diawali dengan suguhan drama musikal bertajuk "Genggam Tanganku" yang dibawakan oleh siswa-siswi Sekolah Tirta Marta BPK Penabur. Drama musikal ini mengusung pesan dari para anak usia sekolah tentang harapan mereka di masa depan, sekaligus menyiratkan beragam kritik terkait kesenjangan yang terjadi di dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini.

Direktur Utama Sekolah Kristen IPEKA Pdt. Handojo Sia dalam sambutannya mengungkap soal pencapaian 75 tahun usia MPK yang  diikuti oleh sejumlah tugas berat, di mana hingga kini masih terdapat banyak sekolah kristen yang mengalami keterpurukan terutama dari sisi keuangan yang ikut berdampak kepada operasional sekolah.

Handojo melihat, salah satu tugas penting yang harus dilakukan oleh MPK adalah mendorong agar sekolah-sekolah Kristen tersebut dimampukan untuk bangkit dari keterpurukan.

Sementara itu Ketua Umum MPK Indonesia Handi Irawan. D. M.BA., M.Com,  dalam keterangan resminya menjelaskan tentang perjalanan MPK sebagai lembaga koordinasi dan pelayanan pendidikan Kristen terbesar di Indonesia

Menurutnya, saat ini MPK terus berupaya menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kualitas pendidikan kristiani,sejak tahun 1950. 

Meski usia MPK terhitung sejak tahun 1950, namun awal mula perjalanan panjang dari organisasi ini telah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada dekade awal abad ke-20. Di masa itulah cikal bakal pergerakan organisasi pendidikan kristen ini berdiri dengan nama De Schoolraad voor Christelijke Scholen in Nederlandsch-Indië, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda nomor 37, tepatnya pada tanggal 8 Mei 1930.

Berkaca dari perjalanan yang tidak instan tersebut, Handi mengajak seluruh pelayan di MPK maupun para pemangku kepentingan untuk menyukuri penyertaan Tuhan, hingga MPK mampu mencapai usia ke 75 tahun ini.

“Puji Tuhan atas karya-Nya selama 75 tahun melalui pelayanan MPK,” ujar Handi Irawan.

Bersama dengan Sekretaris Umum MPK Jopie. J. A. Rory , dan Bendahara Umum MPK Suhartono , Handi juga berharap kepengurusan yang dinakhodainya hingga tahun 2027 mendatang dapat makin berdampak bagi dunia pendidikan Kristen di Tanah Air.

Untuk itu pihaknya turut didukung oleh 80 orang di tingkat pengurus pusat, membentuk 10 Taskforce (unit kerja), serta membentuk dan mengorkestrasi 535 pengurus daerah yang tersebar di 23 wilayah (MPK Wilayah).

“Dengan semboyan 'Duc In Altum', maju ke tempat yang lebih dalam, kiranya MPK dapat terus melayani lebih jauh dan lebih dalam, serta menjadi lembaga transformator pendidikan kristiani yang terpercaya dan berwibawa di tahun 2030," tegas Handi Irawan.

Di sela perayaan ulang tahun ke-75 MPK, Handi juga secara resmi meluncurkan Guru Kristen Indonesia (GUKI), yakni sebuah organisasi yang mewadahi dan memperjuangkan aspirasi dari para guru sekolah Kristen di Indonesia.

Di kesempatan ini Handi lalu mengungkapkan pandangan tentang adagium yang menyebut bahwa "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa". Menurutnya, keberadaan guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan mesti mendapatkan apresiasi.

"Mereka (guru) adalah pahlawan yang harus diberikan tanda jasa. Karena guru-guru harus kita perjuangkan bukan hanya dengan memberi penghargaan, tetapi juga dengan memperjuangkan kesejahteraan," tutur Handi Irawan.

*Sejarah Singkat MPK*

Majelis Pendidikan Kristen Indonesia dibentuk sejak 5 Juni 1950 dengan nama Majelis Pusat Pendidikan Kristen (MPPK),  berpusat di Jakarta. Kepemimpinan awal MPPK digawangi oleh Dr. F.L. Bakker. 

Pembentukan MPPK turut menjadi tonggak penting sebagai langkah transformasi dalam memperkuat identitas dan visi pendidikan Kristen di tengah dinamika kemerdekaan Indonesia.

Berbagai tantangan di dalam dunia pendidikan Indonesia turut mewarnai perjalanan MPPK , hingga pada sebuah Kongres Istimewa di Kota Batu, Jawa Timur, tahun 1970, organisasi ini secara resmi mengganti nama mereka menjadi Majelis Pendidikan Kristen. MPK terus menyesuaikan diri untuk menjawab tantangan dunia pendidikan melintasi zaman.


Dalam pergerakannya MPK memiliki tujuh bidang strategis yang menjadi fokus utama meliputi Pengembangan Pendidikan, Digitalisasi dan Inovasi, Organisasi, Kemitraan, Kebijakan Pendidikan, Internasional, juga Transformasi dan Pengembangan.

Fokus tersebut juga ditunjang melalui berbagai mata program seperti Teaching for Transformation (T4T), Pendidikan Profesi Guru (PPG), LMS MPK, Program TF3T, Kurikulum Berkat, Akreditasi Internasional ACSI, hingga penyelenggaraan Hari Sekolah Kristen Indonesia atau yang dikenal dengan HSKI.

Saat ini MPK berhasil membina lebih dari 1,2 juta siswa melalui lebih dari 500 yayasan dan 7.000 unit sekolah Kristen di seluruh Indonesia.

"Namun, tantangan besar masih ada di hadapan. Lebih dari 2.000 sekolah Kristen kini menghadapi kesulitan finansial yang mengancam kelangsungan pendidikan kristiani di tanah air," tutup Handi Irawan.

 

 

Komentar