Kamis, 18 Juni 2026 | 02:42
Ruang Menulis

Hari Kedua Festival GEMINA

Teater dan Video Musik Meriahkan Edukasi Bencana di SDN 2 Situregen

Teater dan Video Musik Meriahkan Edukasi Bencana di SDN 2 Situregen
Teater dan video musik meriahkan edukasi bencana di SDN 2 Situregen (Dok UMN)

ASKARA – Semarak edukasi mitigasi bencana kembali terasa di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan. Festival seni edukatif GEMINA (Generasi Mitigasi Bencana)memasuki hari kedua pada 27 Mei 2025 dan sukses melibatkan 150 siswa dalam pembelajaran mitigasi bencana melalui pendekatan teater dan musik yang inovatif.

Festival GEMINA, yang merupakan inisiatif Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama sejumlah mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dalam program _Humanity Project_, kembali menghidupkan semangat kesadaran bencana. Acara ini merupakan bentuk nyata dari misi GMLS untuk membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana.

Digagas oleh William Louwi, mahasiswa UMN sekaligus Project Manager GEMINA, acara hari kedua ini digelar meriah di lapangan sekolah dengan beragam pertunjukan seni edukatif. Puncak kegiatan adalah penampilan teater berjudul “Murka Sang Ca’ah Laut”. Pertunjukan ini diperankan langsung oleh siswa-siswi SDN 2 Situregen bersama para guru dan relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Dengan narasi imajinatif, teater ini berhasil menyampaikan bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan melalui media seni peran yang mudah dicerna oleh generasi muda.

Selain teater, suasana semakin semarak dengan pemutaran video musik “Sang Ombak Raksasa”. Video ini berisi edukasi penting tentang skema evakuasi bencana tsunami, khususnya melalui metode 20-20-20. Antusiasme peserta terlihat jelas ketika guru dan seluruh partisipan ikut bernyanyi bersama, menjadikan edukasi sebagai pengalaman kolektif yang menyenangkan dan mudah diingat. Video musik "Sang Ombak Raksasa" dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan.

William Louwi menjelaskan alasan di balik pemilihan karya seni sebagai pendekatan utama dalam edukasi bencana. “Pemilihan Karya Seni sebagai media pembelajaran untuk mengenal dan memaknai mitigasi bencana lebih disukai anak-anak generasi muda yang masih dalam tahap mengembangkan kreativitas. Mereka bisa belajar sambil memahami pesan yang hendak disampaikan karena mereka ikut terlibat dalam kegiatan dan acara yang diadakan GEMINA, baik dalam lomba mewarnai, menghias peta partisipan untuk peta evakuasi, hingga penampilan teater,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan penutup acara yang menyenangkan, panitia GEMINA juga mengadakan sesi undian doorprize menggunakan gelang registrasi, yang menambah antusiasme dan keceriaan para peserta.

Festival GEMINA hari kedua ini membuktikan bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara inklusif dan menyenangkan, menjangkau kalangan anak-anak dengan cara yang kreatif dan membumi, sekaligus menanamkan kesadaran penting akan mitigasi bencana sejak dini.

 

 

Komentar