Minggu, 07 Juni 2026 | 20:18
NEWS

Anak Buruh Ini Lolos Kedokteran UI 2025

Anak Buruh Ini Lolos Kedokteran UI 2025
Iqbal buktikan mimpi besar tak kenal batas (Dok Askara)

ASKARA - Berawal dari keterbatasan ekonomi, Iqbal tak menyerah mengejar cita-cita jadi dokter. Kini, ia resmi diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui jalur SNBT.

Perjuangan tak mengenal latar belakang. Kalimat ini cocok menggambarkan sosok Iqbal Rasyid Achmad Faqih (17), siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Bengkulu Tengah, yang sukses menembus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) tahun ini melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025.

Iqbal bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Ia lahir pada 30 Juni 2007 di Bengkulu dari pasangan Agus Hermanto, seorang buruh harian lepas, dan Suhaima, ibu rumah tangga. Keterbatasan ekonomi keluarga tak menjadi penghalang bagi Iqbal untuk bermimpi besar. Justru kondisi itulah yang memacu semangatnya untuk berprestasi.

Berprestasi Sejak Dini

Sejak duduk di bangku SMP Negeri 1 Kota Bengkulu, Iqbal sudah menunjukkan minat besar dalam dunia akademik. Ia aktif mengikuti berbagai perlombaan, seperti cerdas cermat, olimpiade sains, dan riset ilmiah. Salah satu prestasinya yang paling membanggakan adalah ketika ia berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) bidang IPA, mewakili Provinsi Bengkulu.

Karena prestasinya, Iqbal diterima di MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah melalui jalur beasiswa prestasi. Di madrasah ini, Iqbal makin menajamkan kemampuannya, terutama dalam bidang fisika, riset ilmiah, dan debat Bahasa Indonesia.

Ia kembali mewakili Bengkulu di tingkat nasional dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diselenggarakan di Ternate, Maluku Utara.

Fokus Hadapi UTBK

Memasuki kelas 12, Iqbal mulai mempersiapkan diri menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan lebih serius. Ia mencicil materi sejak semester pertama, mengikuti berbagai tryout, dan aktif membuat kelompok belajar bersama teman-teman.

Yang unik, saat libur sekolah, Iqbal dan teman-temannya justru memilih belajar di Perpustakaan Daerah Bengkulu dari pagi hingga sore. Malam harinya, mereka melanjutkan belajar bersama di rumah secara bergiliran.

Rutinitas ini dijalani nyaris setiap hari. “Saya dan teman-teman sudah punya komitmen. Kami ingin menembus universitas terbaik. Jadi libur pun kami manfaatkan sebaik mungkin,” kata Iqbal.

Gagal di SNBP, Bangkit di SNBT

Iqbal sempat merasakan kekecewaan saat namanya tidak lolos dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Namun, ia tidak menyerah.

“Jujur, sempat drop. Tapi saya sadar, masih ada SNBT. Saya segera bangkit dan belajar lebih keras,” ujarnya.

Usahanya membuahkan hasil. Pada pengumuman SNBT 2025, Iqbal dinyatakan lolos di Fakultas Kedokteran UI—program studi impian banyak siswa di Indonesia, dengan persaingan yang sangat ketat.

Menurut Iqbal, kunci keberhasilannya adalah konsistensi dan manajemen mental. “Bukan sekadar rajin belajar, tapi juga harus menjaga kesehatan mental supaya nggak burnout. Belajar di lingkungan yang mendukung sangat membantu,” tambahnya.

Cari Beasiswa untuk Bertahan di Jakarta

Meski sudah resmi diterima, perjuangan Iqbal belum selesai. Ia kini tengah mencari beasiswa untuk membiayai kuliahnya di Jakarta, mengingat biaya hidup dan pendidikan yang tinggi.

“Saya tidak ingin membebani orang tua. Harapan saya bisa mandiri dan menjalani kuliah dengan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, sang ayah, Agus Hermanto, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Saya siap berkorban apa pun demi anak saya. Meski penghasilan saya pas-pasan, saya percaya anak saya akan berhasil dengan ketekunannya dan pertolongan Allah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Inspirasi untuk Banyak Orang

Kisah Iqbal kini menjadi inspirasi, tidak hanya bagi siswa madrasah, tetapi juga bagi banyak anak muda di Indonesia. Ia membuktikan bahwa mimpi besar tak mengenal batas, selama ada tekad, disiplin, dan dukungan yang tepat.

 

 

Komentar