Sekolah Alam An Nahla Buka SD, Tawarkan Pendidikan Holistik Berbasis Alam
ASKARA - Sekolah Alam An Nahla yang berlokasi di Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, resmi membuka jenjang pendidikan dasar (SD) untuk tahun ajaran 2025/2026. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Jam’iyyatul Mujahidat dan mengusung pendekatan pembelajaran berbasis alam, religius, dan sosial sebagai nilai pembeda dari sekolah konvensional.
Ketua Yayasan Jam’iyyatul Mujahidat, Hj. Maria Ulfah Anshor, menyampaikan bahwa transformasi menjadi Sekolah Alam telah dimulai sejak Juli 2023 dan diresmikan oleh Ketua Jaringan Sekolah Alam Nasional. "Kami ingin menghadirkan pendidikan yang menyatu dengan fitrah alam dan memperkuat hubungan vertikal dengan Sang Pencipta serta horizontal antar sesama manusia," ujarnya, Minggu (8/6).
Dengan lahan hampir satu hektare, Sekolah Alam An Nahla dilengkapi ruang kelas terbuka, taman bermain alami, masjid yang sedang direnovasi, serta area kebun edukatif bernama Green Lab. Program unggulan sekolah ini mencakup tahfidz, coding, melukis, hingga public speaking, yang dirancang untuk membentuk karakter dan keterampilan anak secara menyeluruh.
Menurut Kepala SD An Nahla, Lilik Suryani, sekolah mereka tidak membatasi pembelajaran di dalam kelas. Sementara itu, Kepala TK An Nahla, Ida Siswanti, menambahkan bahwa pendekatan naturalistik membuat anak belajar langsung dari lingkungan, seperti mengolah sampah organik menjadi kompos untuk kebun sekolah.
Respons positif datang dari para orangtua. Halimah, salah satu wali murid, menyatakan bahwa anaknya kini lebih ceria dan aktif bersosialisasi setelah bersekolah di An Nahla. Seorang wali murid lainnya, Novi, merasa bersyukur karena anak berkebutuhan khususnya merasa diterima dan tumbuh dengan bahagia di lingkungan sekolah ini.
Pemerhati pendidikan, Nevisra Viviqni, mengapresiasi pendekatan inklusif Sekolah Alam An Nahla. Ia menilai sekolah seperti ini menjadi alternatif penting bagi anak-anak yang tidak cocok dengan sistem pendidikan konvensional. Pendaftaran untuk tahun ajaran baru telah dibuka dengan kuota terbatas, yakni 22 siswa per kelas dan dua guru pendamping di setiap kelas.
Jika ingin versi untuk media cetak atau portal dengan gaya lebih formal atau populer, silakan beri arahan lanjut.

Komentar