Rabu, 17 Juni 2026 | 21:26
COMMUNITY

Silaturahmi Tetap Penting Meski Sudah Lulus Sekolah atau Kuliah

Silaturahmi Tetap Penting Meski Sudah Lulus Sekolah atau Kuliah
Reuni itu penting, kendati sekedar ngopi bersama (Dok Askara)

ASKARA – Hubungan baik antarteman dan guru tidak berhenti ketika masa pendidikan usai. Semangat menjaga silaturahmi justru semakin relevan bagi para alumni sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan bersama di masa lalu dan sebagai modal sosial di masa depan.

Fenomena reuni atau pertemuan alumni yang terus bermunculan menjadi bukti bahwa hubungan emosional yang terjalin selama masa sekolah atau kuliah tidak mudah hilang begitu saja. Bahkan, banyak inisiatif alumni kini melahirkan jaringan profesional, gerakan sosial, hingga program beasiswa untuk adik kelas.

"Silaturahmi setelah lulus itu bukan hanya nostalgia, tapi juga investasi relasi yang sehat dan saling menguatkan," ujar Fatah Malik, alumni SMAN 68 di Jakarta yang aktif di komunitas alumni, Rabu (4/6).

Menurut Fatah, pertemuan alumni juga menjadi ruang aman untuk saling mendukung, baik secara mental, profesional, maupun sosial. “Kadang teman sekolah kita yang lama justru jadi penolong di saat kita sedang butuh jalan keluar dalam hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Gatot Sukartono, seorang pensiunan guru olahraga di Jakarta, mengaku selalu merasa bangga ketika mantan siswanya tetap menghubunginya atau mengundangnya dalam acara kumpul-kumpul. “Itu artinya hubungan yang kita bangun tidak putus oleh ijazah. Mereka tetap menghormati dan mengingat kita,” ujarnya haru.

Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, menjaga silaturahmi dengan sesama alumni dan guru menjadi langkah kecil namun bermakna dalam memperkuat ikatan sosial. Tak hanya mempererat hubungan personal, silaturahmi alumni juga sering kali membuka peluang kerja sama di bidang bisnis, sosial, bahkan politik.

“Banyak komunitas alumni yang sekarang punya kekuatan ekonomi dan pengaruh besar. Tapi yang paling penting adalah nilai persaudaraan dan solidaritasnya,” kata Iqbal Wilis, penggagas forum alumni SMA angkatan 86 se-Jakarta.

Menjaga silaturahmi bukan soal seberapa sering bertemu, tetapi soal niat untuk tetap hadir dan saling menyapa. Karena seperti pepatah mengatakan, "Teman seperjuangan tidak selalu ada di depan mata, tapi selalu ada dalam hati."

 

 

Komentar