UNMI Bogor dan Zhongfang Pure Chinese Medicine Jalin Kerjasama Pengobatan Tradisional
ASKARA - Universitas Ummi Bogor (UNMI) resmi menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Zhongfang Pure Chinese Medicine di Zhongfang, Provinsi Hunan, China, Rabu (28/5).
Penandatanganan dilakukan Prof Zhu Ming selaku Direktur Zhongfang Pure Chinese Medicine dan Dr. Salim Albakry dari UNMI Bogor.
Kerjasama ini merupakan implementasi langsung dari kesepakatan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan PM Li Qiang yang diteken dua hari sebelumnya mengenai pengembangan pengobatan tradisional antara Indonesia dan China.
"Ini adalah momentum bersejarah bagi pengembangan Traditional Chinese Medicine (TCM) di Indonesia. Kami akan membawa keahlian pengobatan tradisional Hunan untuk melengkapi sistem kesehatan nasional," ujar Dr. Salim Albakry usai penandatanganan.
Prof Zhu Ming menyatakan antusiasmenya berbagi pengetahuan TCM yang telah dikembangkan puluhan tahun di Provinsi Hunan.
"Tradisi pengobatan herbal Hunan akan sangat bermanfaat bagi Indonesia yang juga kaya akan kearifan pengobatan tradisional," katanya.
Tiga Fokus Kerjasama
Kesepakatan ini mencakup tiga bidang utama. Pertama, program pendidikan berupa pelatihan intensif dosen dan mahasiswa UNMI serta sertifikasi internasional TCM.
Kedua, penelitian bersama farmakologi herbal dan pengembangan formula terintegrasi TCM-jamu Indonesia.
Ketiga, pembukaan pusat TCM di kampus UNMI Bogor dan program magang mahasiswa ke Hunan.
Direktur UNMI Bogor menargetkan 50 tenaga kesehatan akan dilatih pada tahap awal tahun 2025-2026. Klinik TCM di kampus direncanakan beroperasi mulai 2026, diikuti program pertukaran mahasiswa tahun berikutnya.
Kerjasama ini juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk memastikan standar keamanan sesuai regulasi nasional.
Penandatanganan di Zhongfang dipilih karena daerah ini merupakan pusat tradisi pengobatan herbal Tiongkok dengan sejarah panjang pengembangan TCM.
Kerjasama ini diharapkan memperkuat diplomasi kesehatan kedua negara sekaligus mengembangkan industri herbal Indonesia.

Komentar