Senin, 15 Juni 2026 | 18:55
COMMUNITY

Wakil Wali Kota Tangsel Buka Muskomcab Pemuda Katolik: Ajak Pemuda Berkontribusi Nyata

Wakil Wali Kota Tangsel Buka Muskomcab Pemuda Katolik: Ajak Pemuda Berkontribusi Nyata
Muskomcab Pemuda Katolik (Dok Jason)

ASKARA – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Ir. H. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars., secara resmi membuka Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Kota Tangerang Selatan. Acara berlangsung di Ruang Aspirasi, Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Pilar Saga menekankan pentingnya peran pemuda, khususnya Pemuda Katolik, dalam memberi kontribusi konkret bagi masyarakat Tangsel.

“Saya percaya Gereja Katolik punya sistem hirarki yang rapi dan kuat. Pemuda Katolik juga memiliki struktur organisasi yang jelas. Dengan koordinasi yang baik ini, saya yakin Pemuda Katolik mampu memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat,” ujar Pilar.

Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus membuka ruang kolaborasi lintas agama dan organisasi kepemudaan.

“Silakan rancang program kerja yang realistis dan berdampak. Kami siap bekerja sama, agar Tangsel menjadi kota yang ramah bagi semua,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat Daerah (Komda) Banten, Chandra Firmanto, menyebut Komcab Tangsel sebagai salah satu komisariat yang aktif dan terus tumbuh.

“Muskomcab ini menunjukkan dinamika organisasi yang sehat. Kami berharap ketua terpilih nanti mampu menjalin jejaring yang baik dengan pemerintah daerah. Di Banten, kami punya program Bank Sampah yang perlu diturunkan ke akar rumput. Teman-teman bisa ambil peran di situ,” jelas Chandra.

Usai seremoni pembukaan, musyawarah dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Komcab Pemuda Katolik Tangsel. Hasilnya, Nico Telaumbanua terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi tersebut periode 2025–2028.

Dalam sambutannya setelah terpilih, Nico menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih atas dukungan teman-teman semua. Saya harap kepercayaan ini menjadi titik awal untuk sinergi lebih kuat demi kemajuan Pemuda Katolik Tangsel,” ucapnya.

Ia juga mengajak para kader untuk lebih aktif di lingkungan Gereja dan masyarakat.

“Kalau Pemuda Katolik masih kurang dikenal, mungkin kita terlalu jarang muncul. Sudah saatnya kita menjadi jembatan antara Gereja, masyarakat, dan pemerintah,” tegasnya.

Nico menambahkan, kontribusi nyata harus menjadi arah gerak organisasi. “Kalau peran ini dijalankan dengan baik, nama Pemuda Katolik akan semakin harum. Spirit Pro Ecclesia et Patria (Untuk Gereja dan Tanah Air) harus terus kita hidupkan,” ujarnya.

Ia menutup sambutannya dengan menyampaikan visinya untuk menghidupkan Pemuda Katolik di tujuh kecamatan se-Tangsel melalui kolaborasi yang efektif bersama struktur Gereja lokal.

 

 

Laporan: Jason T

Komentar