Kabasarnas Tinjau Balai Pelatihan SAR di Cariu, Tegaskan Pentingnya SDM Tangguh dan Teruji
ASKARA – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Mohammad Syafii melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan (BPSDMPP) Basarnas yang berlokasi di Cariu, Tegal Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (8/5/2025) pukul 08.00 WIB.
Kunker ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Basarnas dalam memperkuat sistem pembinaan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan (SAR). Kabasarnas yang dikenal dengan slogan “We Are Family: Profesional, Modern, Teruji” itu meninjau langsung berbagai sarana pelatihan, termasuk warehouse (gudang peralatan), gedung urban SAR, simulator Collapse Structure Search and Rescue (CSSR), tower latihan, hingga Meo Local User Terminal (LUT) Basarnas—fasilitas yang menjadi bagian dari sistem penerima sinyal darurat dari satelit Cospas-Sarsat.
Tak hanya itu, Kabasarnas juga mengunjungi kandang anjing pelacak (K-9) dan menyaksikan langsung dua pelatihan teknis SAR yang sedang berlangsung: High Angle Rescue Technique (HART) dan Vehicle Accident Rescue (VAR).
Dalam kesempatan tersebut, Kabasarnas didampingi Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Barukna Haulah, Kepala Pusat Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Anggit Mulyo Satoto, serta Kepala Balai Basarnas Heru Suhartanto.
Usai peninjauan, Kabasarnas memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai dan peserta pelatihan di Gedung Serbaguna BPSDMPP. Ia menegaskan bahwa kualitas pelatihan di balai menjadi pondasi utama dalam membentuk personel SAR yang sigap, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman.
"Kualitas pelatihan menentukan kesiapsiagaan di lapangan. Semua fasilitas dan metode pelatihan harus terus dikembangkan, menyesuaikan dinamika tantangan serta kemajuan teknologi," ujarnya.
Kabasarnas juga memberikan motivasi kepada para pegawai dan peserta pelatihan. Ia menyebut mereka sebagai duta-duta SAR masa depan yang memegang peran penting dalam keberlanjutan tugas kemanusiaan.
“Saya berharap kalian bisa menempatkan diri, berbuat banyak, dan menjadi masa depan Badan SAR Nasional,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kabasarnas menyoroti masih terbatasnya jumlah personel SAR dibandingkan luas wilayah NKRI dan tingginya kompleksitas kegawatdaruratan. Karena itu, setiap personel harus mampu menjalin kerja sama lintas sektor dan menjadi kepanjangan tangan negara dalam setiap operasi SAR.
Kunjungan ini menandai komitmen kuat Basarnas dalam membentuk SDM tangguh dan teruji, demi menjaga keselamatan dan kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar