Rabu, 22 Juli 2026 | 09:21
NEWS

Disambut Wartawan Dunia, Kardinal Suharyo Tiba di Vatikan untuk Ikuti Konklaf

Disambut Wartawan Dunia, Kardinal Suharyo Tiba di Vatikan untuk Ikuti Konklaf
Kardinal Suharyo isambut wartawan dunia (Dok Askara)

ASKARA – Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Senin (5/5) waktu setempat, untuk mengikuti konklaf pemilihan Paus baru. Kedatangannya langsung menarik perhatian puluhan wartawan internasional yang telah menunggu di luar Basilika Santo Petrus.

Kardinal asal Indonesia itu disambut dengan hangat dan langsung dikerumuni para jurnalis yang penasaran dengan pandangannya menjelang konklaf yang disebut-sebut akan berlangsung ketat dan terbuka.

Mengenakan jubah hitam dan salib dada perak khas kardinal, Suharyo menyambut pertanyaan media dengan tenang. “Saya datang bukan untuk mencari jabatan, tetapi untuk menjalankan tugas sebagai bagian dari Gereja universal,” ujarnya singkat kepada wartawan.

Kardinal Suharyo, yang merupakan Uskup Agung Jakarta, dikenal sebagai sosok sederhana dan vokal dalam berbagai isu moral dan sosial. Ia menolak tegas campur tangan bisnis dalam institusi keagamaan, termasuk ketika menolak izin tambang yang ditawarkan kepada organisasi keagamaan di Indonesia.

"Menjadi paus bukan soal ambisi pribadi. Jika seseorang bermimpi menjadi paus, maka ia belum memahami makna pelayanan yang sejati," katanya dalam satu kesempatan sebelumnya di Jakarta.

Meski tidak disebut-sebut sebagai kandidat utama, kehadiran Suharyo di Vatikan menandai babak baru bagi keterwakilan negara mayoritas non-Katolik dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Ia menjadi satu dari 133 kardinal pemilih dalam konklaf, dan satu-satunya dari Indonesia.

Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta, Vincentius Adi Prasojo, yang mendampingi perjalanan ini, menegaskan bahwa Suharyo tidak memiliki ambisi pribadi. “Bagi beliau, ini soal ketaatan. Jika dipilih, itu adalah panggilan, bukan kehendak pribadi,” ujar Vincentius di sela-sela persiapan konklaf.

Konklaf yang akan dimulai Rabu ini diperkirakan berjalan lebih lama dari biasanya, mengingat belum ada kandidat dominan. Namun, sorotan dunia kini juga tertuju pada sosok-sosok dari luar Eropa, termasuk Kardinal Suharyo, sebagai simbol kebhinekaan dan semangat global dalam Gereja Katolik.

 

 

Komentar