Rabu, 22 Juli 2026 | 04:21
NEWS

Blackout Bali-Bekasi

Uchok Sky Minta Direksi PLN Mundur: "Gaji Gede, Setrum Nggak Ada!"

Uchok Sky Minta Direksi PLN Mundur:
Ilustrasi blackout (Dok Pixabay/Askara)

ASKARA – Direktur Center of Budget Amarah (CBA), Uchok Sky Khadafi, kembali menggelegar di panggung komentar publik. Usai insiden blackout yang melanda Bali dan Bekasi, Uchok tak hanya geleng-geleng kepala—ia mendesak agar seluruh Direksi dan Komisaris PLN mengemasi meja kerjanya.

“Itu jajaran direksi dan komisaris PLN, mundur aja deh. Udah dapet gaji setrum, tapi malah nggak bisa nyetrum!” ujar Uchok dengan nada kecewa dan sedikit dramatis di Jakarta, Senin (5/5).

Menurut Uchok, kejadian mati lampu selama lima jam di Bali bukan sekadar padamnya listrik, tapi juga padamnya reputasi internasional. “Wisatawan bingung, wajan nggak bisa nyala, hair dryer macet, dan yang paling parah: colokan mati total!” serunya sambil menirukan suara turis yang kehilangan Wi-Fi.

Tak berhenti di situ, Uchok juga menyentil Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, yang hanya meminta maaf atas insiden itu. “Minta maaf mah gampang. Tapi masa Dirut PLN masih aman-aman aja duduk di singgasana setrum?” kritik Uchok sambil melirik daftar gaji komisaris.

Uchok menyarankan agar Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, segera diganti. “Udah kenyang di PLN, sekarang malah kenyang kritikan. Mau sampai kapan blackout dianggap meditasi nasional?”

Sementara itu, usai Bali mengalami blackout, wilayah Bekasi juga turut meredup pada Sabtu (3/5/2025). Warga setempat pun panik—bukan karena gelap, tapi karena kulkas mati dan es batu untuk es kopi lenyap tak berbekas.

Kini, masyarakat berharap PLN tak hanya mengalirkan listrik, tapi juga aliran akal sehat agar kejadian serupa tidak terulang. Apalagi, menurut kabar burung, PLN tengah mempertimbangkan program “Blackout Berkala untuk Keheningan Nasional”—sebuah inisiatif yang tentu saja belum ada (dan semoga tidak ada).

 

Komentar