12 Kardinal Calon Paus Baru, Siapa Paling Berpeluang?
ASKARA – Spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi penerus Paus Fransiskus semakin menguat. Sejumlah nama mencuat sebagai papabili, yaitu kardinal-kardinal yang dinilai paling berpeluang untuk menduduki Takhta Suci sebagai pemimpin Gereja Katolik sedunia.
Berikut ini adalah 12 kardinal unggulan yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Paus. Mereka datang dari berbagai negara dan mewakili beragam pendekatan dalam teologi, pastoral, dan diplomasi Vatikan.
1. Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina)
Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi. Dekat dengan Paus Fransiskus dan mewakili suara Asia. Dikenal dengan pendekatan inklusif dan penuh empati.
2. Kardinal Matteo Zuppi (Italia)
Uskup Agung Bologna. Tokoh progresif yang aktif dalam isu kemanusiaan dan lintas agama. Disebut sebagai “Fransiskus berikutnya”.
3. Kardinal Robert Sarah (Guinea)
Prefek Emeritus Kongregasi untuk Ibadat Ilahi. Tokoh konservatif dan suara keras dalam mempertahankan tradisi Gereja.
4. Kardinal Ignatius Suharyo (Indonesia)
Uskup Agung Jakarta. Sosok moderat dan nasionalis religius, dikenal dalam isu pluralisme dan perdamaian antarumat beragama.
5. Kardinal Malcolm Ranjith (Sri Lanka)
Uskup Agung Kolombo. Fokus pada liturgi dan isu keadilan sosial. Tokoh kuat dari Asia Selatan.
6. Kardinal Pietro Parolin (Italia)
Sekretaris Negara Vatikan. Diplomat utama Takhta Suci. Disebut-sebut sebagai kandidat kuat karena pengaruhnya di level internasional.
7. Kardinal Pierbattista Pizzaballa (Italia)
Patriark Latin Yerusalem. Aktif dalam dialog lintas iman di kawasan Timur Tengah yang penuh tantangan.
8. Kardinal Péter Erdő (Hungaria)
Uskup Agung Esztergom-Budapest. Teolog Eropa terkemuka dan suara konservatif di tengah sekularisme.
9. Kardinal Willem Eijk (Belanda)
Uskup Agung Utrecht. Ahli bioetika dan vokal dalam isu-isu moral kontemporer.
10. Kardinal Anders Arborelius (Swedia)
Uskup Stockholm. Kardinal pertama dari Skandinavia. Simbol inklusi di tengah masyarakat sekuler.
11. Kardinal Charles Maung Bo (Myanmar)
Uskup Agung Yangon. Suara kuat untuk demokrasi dan HAM di kawasan yang masih bergejolak.
12. Kardinal Jean-Marc Aveline (Prancis)
Uskup Agung Marseille. Dikenal karena misi pastoral dan dialog antarbudaya di kota pelabuhan yang multikultural.
Siapa yang Paling Berpeluang?
Meski pilihan akhir ada di tangan para kardinal dalam konklaf, profil dan rekam jejak para papabili ini mencerminkan masa depan Gereja yang lebih global, responsif, dan inklusif.
Pemimpin baru diharapkan mampu menjawab tantangan zaman: krisis moral, perubahan iklim, kemiskinan global, serta relasi lintas agama dan budaya.

Komentar