Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30
NEWS

Tim SAR Evakusai 4 Santri Gontor yang Meninggal Dunia

Tim SAR Evakusai 4 Santri Gontor yang Meninggal Dunia
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian. Akses lorong yang sempit serta kondisi tembok yang masih labil (Dok SAR Semarang)

ASKARA – Sebuah insiden tragis terjadi di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, pada Jumat (25/4/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Sebidang tembok penyangga tandon air sepanjang 15 meter roboh dan menimpa puluhan santri yang tengah mengantri mandi sebelum ibadah salat Jumat.

Akibat peristiwa ini, 25 santri mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat, dan 4 santri lainnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa insiden terjadi sangat cepat. "Saat itu, puluhan santri sedang antri di lorong sempit menuju kamar mandi. Tiba-tiba, tembok penyangga tandon air ambrol dan menimpa para santri. Karena ruangannya sempit, banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri. Ada yang terhimpit tembok dan langsung meninggal di tempat," ungkap Budiono.

Mendapat laporan tersebut, Basarnas Kantor SAR Semarang langsung mengerahkan tim dari BmSemarang dan Kantor SAR Yogyakarta, dibantu puluhan potensi SAR dari Damkar Muntilan, SARDA Jateng, PMI, TNI, Polri, serta berbagai organisasi SAR lainnya. Tim SAR dilengkapi dengan peralatan urban SAR untuk menangani bangunan runtuh.

Evakuasi Dramatis

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian. Akses lorong yang sempit serta kondisi tembok yang masih labil memaksa tim SAR gabungan bekerja ekstra waspada. Untuk mengantisipasi pergerakan tembok, tim dengan bantuan Indonesia Off-road Federation (IOF) mengikat struktur tembok dan menambatkannya ke mobil 4x4 milik anggota IOF.

Setelah 12 jam operasi, pada pukul 23.30 WIB, seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi. Korban terakhir membutuhkan waktu hingga 3,5 jam untuk dikeluarkan karena kondisi terjepit di reruntuhan.

Secara keseluruhan, tercatat 29 korban terdampak. Dari jumlah tersebut, 20 korban berhasil selamat setelah dievakuasi mandiri oleh pihak pondok pesantren, 5 korban luka sedang hingga berat berhasil dievakuasi tim SAR, dan 4 korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Terima kasih atas usaha luar biasa dari tim SAR gabungan dengan penanganan yang tepat, sehingga operasi SAR berjalan lancar dan semua korban berhasil dievakuasi," pungkas Budiono.

 

 

Komentar