Selasa, 21 Juli 2026 | 18:44
NEWS

TPNPB-OPM Ultimatum Pendatang di Yahukimo

Ketua LSM PIKAD: TPNPB-OPM Jangan Berlindung di Tengah Warga Sipil

Ketua LSM PIKAD: TPNPB-OPM Jangan Berlindung di Tengah Warga Sipil
TPNPB-OPM dengan senjata di tangan (Dok OPM)

ASKARA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali mengeluarkan instruksi tegas yang ditujukan kepada warga pendatang untuk tidak lagi melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah Yahukimo, Papua.

Instruksi ini disampaikan langsung oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan yang dikeluarkan Sabtu (12/4), ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi terhadap keberadaan warga non-Papua yang melakukan kegiatan ekonomi di wilayah yang mereka anggap sebagai zona operasi.

“TPNPB tidak kompromi dengan warga imigran Indonesia di wilayah operasi kami di seluruh Yahukimo,” kata Sebby.

Ultimatum tersebut menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk aktivis masyarakat sipil. Ketua Umum DPP LSM Pijar Keadilan Demokrasi (PIKAD), Hiro Taime, meminta agar masyarakat sipil tidak dijadikan tameng dalam konflik bersenjata.

“Yang bagus itu, masyarakat sipil semua diultimatum menjauh dari kelompok teroris itu, supaya fair kalau mau bilang perang. Jangan berlindung di tengah masyarakat,” ujar Hiro, Minggu (13/4).

Ia menilai, dalam situasi konflik seperti ini, keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas. "Kalau TPNPB-OPM serius ingin berperang, jangan libatkan masyarakat. Jangan bersembunyi di balik pendulang emas atau warga sipil lain," tegasnya.

Hiro juga meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah segera mengambil langkah preventif dan responsif untuk melindungi warga pendatang, serta menghindari jatuhnya korban akibat intimidasi atau kekerasan.

 

 

Komentar