Sambut Hari Nelayan Indonesia, Prof Rokhmin Dahuri: Nelayan Garda Terdepan Ketahanan Pangan Laut
ASKARA – Dalam peringatan Hari Nelayan Indonesia yang jatuh pada 6 April 2025, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyampaikan apresiasi mendalam kepada para nelayan sebagai pahlawan ketahanan pangan laut yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan laut Indonesia dan penjaga kedaulatan perairan negeri ini.
“Terima kasih atas kerja keras, keberanian, dan keteguhan kalian dalam menghadapi ombak dan badai demi membawa hasil laut untuk bangsa,” ujar Prof Rokhmin Dahuri.
Beliau berharap agar para nelayan Indonesia semakin sejahtera, mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak, serta mampu melestarikan laut sebagai sumber kehidupan yang berkelanjutan.
“Semoga para nelayan kita mendapatkan dukungan yang lebih kuat dari negara. Dari sisi kebijakan, akses modal, hingga infrastruktur tangkap dan budidaya yang modern dan adil,” lanjutnya.
Prof Rokhmin Dahuri menyebutkan bahwa laut adalah sumber kehidupan sekaligus masa depan bangsa, yang tak hanya memberikan pangan, tapi juga menjadi penopang ekonomi jutaan rakyat Indonesia, terutama di daerah pesisir.
“Laut adalah masa depan bangsa. Semoga nelayan kita terus menjadi pilar penting dalam menjaga ekosistem laut dan ketahanan pangan nasional,” sebut Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan itu.

"Selamat Hari Nelayan Indonesia!6 April 2025. Mari kita jaga laut, lindungi nelayan, dan bangun masa depan bangsa dari birunya samudra," ucapnya.
Komitmen untuk Laut Berkelanjutan
Sebagai pakar kelautan dan Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 - 2004, Prof Rokhmin Dahuri konsisten memperjuangkan kebijakan berbasis ekonomi biru (blue economy) yang ramah lingkungan dan mensejahterakan.
Peringatan Hari Nelayan Indonesia kali ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kolektif menjaga laut, memperbaiki tata kelola sektor kelautan dan perikanan, serta memberdayakan nelayan sebagai pelaku utama ekonomi maritim Indonesia.

Komentar