Lenthog Tanjung, Sarapan Legendaris yang Dirindukan Pemudik Kudus
ASKARA - Jika ada satu kuliner yang selalu dirindukan saat mudik ke Kudus, Lenthog Tanjung adalah jawabannya. Hidangan khas ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat dan kerap menjadi menu sarapan favorit, baik bagi warga lokal maupun perantau yang kembali ke kampung halaman.
Saat pagi menjelang, para penjual Lenthog Tanjung mulai berjejer di berbagai sudut Kudus, terutama di pinggiran jalan raya dan kawasan perkampungan. Salah satu lokasi paling terkenal adalah Pasar Tanjung Karang, tempat di mana kuliner ini berasal. Dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi, hidangan ini menjadi pilihan sarapan yang mengenyangkan dan menggugah selera.
Rahasia Keistimewaan Lenthog Tanjung
Lenthog Tanjung memiliki ciri khas yang membedakannya dari lontong sayur biasa. Hidangan ini terdiri dari potongan lontong yang disiram dengan dua jenis kuah, yakni sayur gori (dudoh tewel) dan sayur lodeh tahu. Sayur gori, yang berbahan dasar nangka muda dan dimasak dengan santan serta bumbu khas, memberikan cita rasa gurih yang kaya. Sementara itu, sayur lodeh tahu melengkapi rasa dengan teksturnya yang lembut.
Untuk menambah kelezatan, hidangan ini disajikan dengan taburan bawang goreng yang renyah serta telur puyuh bacem yang memberikan sentuhan rasa manis-gurih. Tidak ketinggalan, sambal merah khas yang selalu menjadi pelengkap wajib bagi pecinta kuliner pedas.
Asal-Usul dan Warisan Kuliner Kudus
Lenthog Tanjung berasal dari Desa Tanjung Karang, yang terletak di wilayah Kudus Selatan dan berbatasan dengan Kecamatan Undaan. Nama "Lenthog" sendiri diambil dari lontong yang menjadi bahan utama dalam sajian ini. Sebagai bagian dari warisan kuliner Kudus, hidangan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Keunikan lain dari Lenthog Tanjung adalah cara penyajiannya yang menggunakan alas daun pisang. Selain menambah aroma khas, penggunaan daun pisang juga memberikan kesan tradisional yang semakin memperkuat identitas kuliner ini.
Bagian Tak Terpisahkan dari Ritual Mudik
Saat Lebaran tiba, banyak perantau yang pulang ke Kudus menjadikan Lenthog Tanjung sebagai menu wajib untuk mengobati rasa rindu pada cita rasa kampung halaman. Kuliner ini tidak sekadar menjadi sarapan lezat, tetapi juga simbol dari kekayaan budaya dan tradisi Kudus yang tetap terjaga hingga kini.
Bagi Anda yang berencana mudik ke Kudus atau sekadar singgah di kota ini, mencicipi Lenthog Tanjung adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Lebih dari sekadar hidangan, makanan ini menyimpan kisah panjang tentang tradisi dan kuliner yang terus hidup dari generasi ke generasi.(Dwi Taufan Hidayat)

Komentar