Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara
ASKARA - Berdasarkan pengumuman resmi di situs Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (booking.gedepangrango.org), pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup sementara akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi guna melindungi keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI melaporkan adanya lonjakan aktivitas gempa vulkanik dalam (VA). Pada periode 1-31 Maret 2024, rata-rata kejadian gempa vulkanik dalam hanya 0-1 kali per hari. Namun, pada 1 April 2024, antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, jumlah kejadian meningkat drastis hingga mencapai 21 kali. Peningkatan ini mengindikasikan adanya tekanan dalam tubuh Gunung Gede yang berpotensi memicu letusan freatik atau pelepasan gas berbahaya di sekitar kawah.
Aktivitas hembusan asap dari Kawah Wadon juga terpantau meningkat, dengan ketinggian asap berkisar antara 50 hingga 100 meter di atas puncak sepanjang Maret 2024. Kendati demikian, status aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango masih berada di Level I atau normal.
Sebagai tindakan pencegahan, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon. "Tingkat aktivitas Gunung Gede akan terus dievaluasi dan ditinjau kembali jika terdapat perubahan signifikan dalam visual maupun kegempaan," demikian pernyataan Kementerian ESDM.
Penutupan sementara ini diberlakukan demi keselamatan bersama, sembari terus dilakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung tersebut.

Komentar