Aktivis Malari Sutomo Siswopranoto Meninggal Dunia
ASKARA – Sutomo Siswopranoto, atau yang akrab disapa Dedi, meninggal dunia pada Minggu (23/3) pukul 02.00 WIB. Aktivis mahasiswa yang pernah terlibat dalam Peristiwa Malari 1974 itu wafat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka di Desa Tegalsari, Kranggan, Polanharjo, Klaten.
Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan hari ini pukul 16.00 WIB di Desa Deresan, Kranggan, Polanharjo, Klaten. Keluarga, kerabat, serta rekan-rekan seperjuangannya diperkirakan akan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Dedi dikenal sebagai salah satu aktivis yang kritis terhadap kebijakan ekonomi Orde Baru, khususnya terkait masuknya modal asing dari Jepang. Ia turut serta dalam aksi protes mahasiswa yang kemudian berubah menjadi kerusuhan besar pada 15 Januari 1974, peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Malari.
Dalam kerusuhan tersebut, tercatat 11 orang tewas, 137 luka-luka, dan 750 orang ditangkap. Dedi termasuk di antara mereka yang ditahan oleh pemerintah saat itu. Meskipun namanya tidak sepopuler tokoh utama lainnya seperti Hariman Siregar, ia tetap menjadi bagian dari sejarah gerakan mahasiswa Indonesia.
Kepergiannya meninggalkan duka bagi mereka yang mengenalnya sebagai sosok idealis yang berani menyuarakan kebenaran. Perannya dalam Peristiwa Malari menjadi bukti bahwa ia adalah bagian dari generasi muda yang berjuang untuk perubahan di Indonesia.

Komentar