Rabu, 22 Juli 2026 | 22:04
NEWS

Gratis! Ngabuburit di Ireland’s Eye 2025 sambil Nikmati Pameran Seni Irlandia

Gratis! Ngabuburit di Ireland’s Eye 2025 sambil Nikmati Pameran Seni Irlandia
Ngabuburit di Ireland’s Eye 2025 sambil nikmati pameran seni Irlandia (Sumber foto: istockphoto)

ASKARA - Pameran seni Ireland’s Eye kembali hadir tahun ini dengan edisi keempatnya. Acara ini menjadi wadah bagi seniman baru Irlandia untuk menampilkan karya mereka di panggung internasional. Tahun ini, pameran dikurasi oleh Mark Joyce, seorang seniman sekaligus pengajar asal Irlandia, yang memilih enam seniman berbakat untuk memperlihatkan perkembangan seni rupa kontemporer Irlandia kepada publik di Indonesia.  

Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Padraig Francis, secara resmi membuka pameran ini di Jakarta pada 17 Maret 2025. Bertepatan dengan Hari St. Patrick, ia menyebut momen ini sebagai kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal budaya Irlandia dan menemukan kesamaan di antara kedua negara.  

"Irlandia dan Indonesia memiliki warisan seni visual yang kuat, namun jarak geografis membuat kita kurang saling mengenal. Saya berharap pameran ini bisa memberikan wawasan baru tentang seni modern Irlandia dan bagaimana seni dapat menjadi jembatan budaya antara dua negara," ungkapnya.  

Pameran Ireland’s Eye 2025 menghadirkan tema besar seputar migrasi, warisan budaya, dan dampak globalisasi terhadap masyarakat Irlandia. Negara ini memiliki sejarah panjang dalam menghadapi tantangan sosial, mulai dari penjajahan, emigrasi, hingga pergolakan politik dan ekonomi. Berbagai peristiwa tersebut membentuk karakter bangsa yang tetap berkembang dengan dinamika zaman.  

Melalui berbagai medium seperti tekstil, seni cetak, film, instalasi, dan ilustrasi, enam seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini menggali bagaimana masa lalu membentuk identitas Irlandia saat ini. Karya-karya mereka menghubungkan ingatan kolektif, materialitas, serta perubahan sosial yang terjadi dengan cepat.  

Salah satu seniman yang berpartisipasi adalah Mary Sullivan, yang mengangkat tema kehidupan perempuan di daerah terpencil Irlandia. Karya videonya The Fine Line menghadirkan narasi visual yang menggambarkan peran perempuan sebagai tulang punggung komunitas mereka, meskipun sering kali tak mendapat sorotan dalam sejarah.  

Duo seniman Electronic Sheep, yang terdiri dari Brenda Aherne dan Helen Delany, juga turut serta dalam pameran ini. Mereka menampilkan karya yang mengeksplorasi diaspora Irlandia di London, terutama komunitas pekerja di Kilburn. Mengangkat isu keadilan sosial, imigrasi, dan identitas diaspora, karya mereka merajut pengalaman pribadi dengan dinamika sosial-politik yang lebih luas.  

Pameran Ireland’s Eye 2025 diadakan berkat kolaborasi antara ISA Art and Design, Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia, dan PT Jakarta Land. Acara ini berlangsung di lobi World Trade Centre 2, Jakarta Pusat, dari 17 Maret hingga 11 April 2025. Pengunjung dapat menikmati karya seni ini setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB tanpa dipungut biaya.  

Bagi pencinta seni dan budaya, ini adalah kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat evolusi seni rupa Irlandia dan bagaimana seniman-senimannya merespons perubahan zaman.

 

 

Komentar