Nikmati Kuliner Peranakan Sambil Belajar Sejarah Kota Tua di Babah Koffie by Kawisari
ASKARA - Kota Tua Jakarta tidak hanya menyimpan jejak sejarah kolonial, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner yang menghidupkan kembali warisan budaya. Salah satu destinasi yang menarik perhatian adalah Babah Koffie by Kawisari, restoran yang menyajikan hidangan khas Peranakan dengan sentuhan modern.
Berada di dalam House of Tugu, restoran ini tidak hanya menawarkan sajian lezat, tetapi juga membawa pengunjung dalam perjalanan kuliner yang erat kaitannya dengan sejarah perdagangan dan akulturasi budaya di Batavia.
Salah satu menu yang mencuri perhatian adalah Smoked Rawon Short Rib Bao, interpretasi baru dari hidangan rawon khas Indonesia. Daging iga sapi yang telah diasap selama beberapa jam disajikan dalam bao bun yang lembut, mencerminkan perpaduan rasa Nusantara dan Tionghoa. Perpaduan ini menghadirkan pengalaman kuliner yang unik dan berbeda dari rawon tradisional yang biasa disajikan dengan nasi.
Sementara itu, Bihun Kerapu Koh Ashung menjadi pilihan favorit bagi pecinta hidangan berkuah. Menu ini menyajikan bihun dalam kuah kari yang kaya rempah dengan tekstur lembut dari ikan kerapu. Teknik slow cooking yang digunakan dalam pembuatan kuah kari memastikan setiap rempah menyatu dengan sempurna, menghasilkan rasa gurih yang begitu khas.
Tak hanya terinspirasi dari budaya Peranakan, Babah Koffie juga menghadirkan menu yang menggabungkan teknik kuliner Jepang dan Nusantara, seperti Chihiro Sushi, Hidangan ini memadukan snapper aburi atau ikan kakap panggang dengan tobiko, nanas, dan pickled jalapeno, menciptakan harmoni rasa yang gurih dengan sentuhan segar dari asam-manis nanas dan pedas jalapeno.
Selain hidangan utama, restoran ini juga menawarkan beragam minuman yang memberikan pengalaman rasa unik. Salah satu yang paling diminati adalah Signature Es Kopi Kawisari, kopi khas Nusantara dengan aftertaste karamel alami yang diperoleh dari proses roasting yang tepat. Tak heran, kopi ini masuk dalam 15 Besar Kontes Kopi Spesialti XVI 2024.
Bagi yang mencari kesegaran, Kiamboy Calamansi bisa menjadi pilihan menarik. Minuman ini mengombinasikan sour plum (kiamboy) dengan citrus, menciptakan rasa kompleks yang unik dengan perpaduan manis, asam, dan sedikit asin.
Mengunjungi Babah Koffie by Kawisari bukan hanya tentang mencicipi hidangan lezat, tetapi juga menikmati suasana yang kental dengan nuansa sejarah. Dengan arsitektur kolonial yang dipadukan dengan ornamen oriental, restoran ini membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan Batavia.
Di bulan Ramadan, pengalaman berbuka puasa di tempat ini menjadi semakin istimewa. Menikmati hidangan khas Peranakan dalam suasana House of Tugu, yang dipenuhi koleksi artefak bersejarah, memberikan nuansa berbeda dari tempat berbuka puasa pada umumnya.
Bagi pecinta kuliner yang ingin merasakan sajian otentik dengan sentuhan sejarah, Babah Koffie by Kawisari adalah destinasi yang patut dikunjungi. Bukan sekadar makan, tetapi juga menyelami kisah panjang Batavia yang masih hidup hingga hari ini.

Komentar